Ekonomi
Harga Minyak Dunia Mulai Naik, Menkeu Buka Suara soal Nasib BBM Subsidi: Jangan Diganggu Dulu!
"Masih terlalu dini dari harga minyak baru US$74. Even untuk mengambil tindakan saja masih terlalu cepat, baru meleset US$4 dari US$70 ini," tutur Purbaya dalam keterangannya.
Waspada! Puncak Arus Balik Lebaran di 3 Tanggal Ini, Menhub Minta Maksimalkan WFA
"Kami mengimbau masyarakat yang kembali dari kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan dengan menghindari puncak arus balik pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Masyarakat dapat memaksimalkan waktu WFA yang diberlakukan oleh pemerintah pada 25, 26, dan 27 Maret 2026 guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa," ujar Dudy dalam keterangannya.
Momen Pasca Lebaran, Harga Emas Antam Merangkak Naik, Cek Selisih Keuntungannya!
Kabar baiknya, penguatan harga emas Antam ini tidak hanya terjadi pada ukuran 1 gram saja. Seluruh ragam ukuran emas batangan Antam turut mengalami kenaikan secara merata. Bagi masyarakat yang ingin memulai investasi dengan modal lebih ringan, emas ukuran 0,5 gram kini dipasarkan di level Rp1,475 juta. Sementara untuk ukuran yang lebih besar, emas 5 gram dibanderol Rp14,025 juta dan emas 10 gram naik ke Rp27,995 juta. Adapun untuk ukuran besar seperti 100 gram, kini berada di level Rp279,212 juta, memberikan pilihan yang bervariasi bagi investor institusi maupun individu.
Sinyal Baru dari BI! Suku Bunga Diprediksi Masih 4,75%, Tensi Global Jadi Biang Kerok
Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menilai bahwa situasi eksternal saat ini masih menjadi tantangan terbesar bagi stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, mempertahankan daya tarik aset berbasis rupiah menjadi prioritas di tengah ketidakpastian global. "Tekanan eksternal masih cukup kuat dan daya tarik aset rupiah perlu dipertahankan," ujar David di Jakarta, Selasa (17/3/2026). Ia menambahkan bahwa pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta kekhawatiran pasar terhadap prospek peringkat utang (sovereign rating) Indonesia ke depan.
Konflik Timur Tengah Memanas, Biaya Ekspor Minyak Sawit RI Melonjak 50 Persen!
"Ekspor minyak sawit tidak akan berhenti karena komoditas ini merupakan kebutuhan utama bagi banyak negara," tegas Eddy. Ia mencontohkan, pengiriman ke negara-negara konsumen besar seperti Amerika Serikat, India, dan China sejauh ini dilaporkan masih berjalan lancar tanpa hambatan berarti, meskipun dengan biaya yang membengkak.
Gawat! Rupiah Tembus Rp17.090 per Dolar AS, Terlempar Imbas Perang dan Minyak Melonjak
Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia sangat rentan terhadap gejolak harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak akan memperlebar defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan, serta meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi ini pada gilirannya mendorong investor asing untuk melepas aset-aset rupiah dan beralih ke dolar AS sebagai aset safe haven.
Perang AS-Iran Bikin Genting! Harga Minyak Dunia Tembus USD 100 per Barel, Tertinggi Sejak Invasi Ukraina
Lonjakan harga minyak langsung berdampak pada pasar saham global. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot tajam 851,6 poin atau sekitar 2 persen. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,73 persen dan 1,65 persen.
IHSG Ambrol 7,89% dalam Sepekan, Investor Asing Kabur Rp7,29 Triliun
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp263 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp7,29 triliun," kata Kautsar dalam keterangan resminya.
Perang Makin Panas, Investor Mulai Pindah Aset! Dolar, Emas, atau Obligasi Paling Aman?
Dolar AS menjadi salah satu aset yang mencatatkan penguatan paling menonjol sepanjang pekan ini. Indeks dolar (DXY), yang mengukur kinerja mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia, berhasil melesat sekitar 1,5 persen. Bahkan, dolar dilaporkan menguat terhadap dua mata uang yang selama ini juga dianggap sebagai safe haven, yakni franc Swiss dan yen Jepang.
Bukan Cuma RI! IHSG Terperosok 1,62% ke 7.585, Wall Street Jiku Merah Pekan Ini
Kondisi IHSG yang suram ini kontras dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang justru menghijau. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong mencatat penguatan 1,72 persen, sementara indeks Shanghai Composite di China naik 0,38 persen. Indeks Nikkei 225 di Jepang juga menguat 0,62 persen, dan indeks Straits Times di Singapura terapresiasi tipis 0,17 persen.
Perang AS-Iran Bikin Investor Kabur! IHSG Anjlok 1,62%, Rupiah Ikut Terkapar
Dari sisi eksternal, para pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data inflasi (CPI) dan tenaga kerja (NFP) AS yang akan menjadi acuan kebijakan The Fed ke depan. Selain itu, kejelasan mengenai resolusi atau justru eskalasi lebih lanjut dari konflik Timur Tengah juga menjadi perhatian utama.
Bukan Sekadar Hitung Emisi! Kalkulator Hijau BI Versi Baru Siap Ubah Wajah Keuangan RI
Fitur baru dalam Versi 2 juga mencakup penghitungan emisi terbiayai (financed emissions). Bagi perbankan, fitur ini menjadi terobosan besar karena memungkinkan mereka mengidentifikasi konsentrasi emisi dalam portofolio kredit tanpa perlu membangun sistem perhitungan dari nol. Dengan demikian, bank dapat lebih mudah memetakan risiko iklim dari setiap sektor yang mereka biayai.