EKONOMI
Market
Bukan Cuma RI! IHSG Terperosok 1,62% ke 7.585, Wall Street Jiku Merah Pekan Ini
Tim Redaksi
06 Mar 2026 19:55
3,736 kali
Gambar Ilustrasi
Kondisi IHSG yang suram ini kontras dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang justru menghijau. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong mencatat penguatan 1,72 persen, sementara indeks Shanghai Composite di China naik 0,38 persen. Indeks Nikkei 225 di Jepang juga menguat 0,62 persen, dan indeks Straits Times di Singapura terapresiasi tipis 0,17 persen.
FolksInsight.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakhiri perdagangan pekan ini dengan hasil yang mengecewakan. Pada penutupan Jumat, 6 Maret 2026, IHSG ambles hingga 124,85 poin atau 1,62 persen ke level 7.585,68. Pelemahan ini menjadi yang terdalam dalam beberapa pekan terakhir dan terjadi di tengah tekanan jual yang melanda hampir seluruh sektor saham.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi perdagangan saham tercatat mencapai Rp17,70 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 34,17 miliar lembar saham. Meski nilai transaksi terbilang besar, tekanan jual masih mendominasi sepanjang hari.
Yang cukup mencengangkan, seluruh sebelas sektor indeks saham kompak terkapar di zona merah. Sektor industri menjadi yang paling terpukul dengan koreksi terdalam mencapai 3,67 persen. Pelemahan di sektor ini turut menyeret laju IHSG semakin dalam, mengingat bobotnya yang signifikan dalam indeks.
Kondisi IHSG yang suram ini kontras dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang justru menghijau. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong mencatat penguatan 1,72 persen, sementara indeks Shanghai Composite di China naik 0,38 persen. Indeks Nikkei 225 di Jepang juga menguat 0,62 persen, dan indeks Straits Times di Singapura terapresiasi tipis 0,17 persen.
Senada dengan Asia, bursa-bursa utama Eropa juga terpantau bergerak dominan di zona positif. Indeks DAX di Jerman berhasil menguat 0,82 persen, sedangkan indeks FTSE 100 di Inggris mencatat kenaikan 0,64 persen. Performa gemilang di dua kawasan ini menunjukkan bahwa pelemahan IHSG lebih dipengaruhi oleh faktor internal dan sentimen spesifik terhadap pasar Indonesia.
Namun, jika melihat ke seberang Atlantik, ceritanya berbeda. Bursa Amerika Serikat justru mengalami koreksi. Indeks NASDAQ Composite melemah 0,26 persen, indeks S&P 500 turun 0,56 persen, dan indeks Dow Jones ambles cukup dalam hingga 1,61 persen. Pelemahan di Wall Street ini turut mempengaruhi sentimen investor global, meskipun dampaknya tidak merata di semua kawasan.
Dengan penutupan ini, IHSG mencatatkan pelemahan signifikan di akhir pekan. Para analis menilai bahwa kombinasi faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global dan faktor internal seperti aksi jual asing masih akan menjadi tantangan bagi pasar saham Tanah Air dalam beberapa waktu ke depan. Investor diimbau untuk tetap waspada dan mencermati perkembangan situasi, baik di dalam maupun luar negeri, sebelum mengambil keputusan investasi.