EKONOMI
Investasi
Momen Pasca Lebaran, Harga Emas Antam Merangkak Naik, Cek Selisih Keuntungannya!
Tim Redaksi
25 Mar 2026 11:20
4,956 kali
Gambar Ilustrasi
Kabar baiknya, penguatan harga emas Antam ini tidak hanya terjadi pada ukuran 1 gram saja. Seluruh ragam ukuran emas batangan Antam turut mengalami kenaikan secara merata. Bagi masyarakat yang ingin memulai investasi dengan modal lebih ringan, emas ukuran 0,5 gram kini dipasarkan di level Rp1,475 juta. Sementara untuk ukuran yang lebih besar, emas 5 gram dibanderol Rp14,025 juta dan emas 10 gram naik ke Rp27,995 juta. Adapun untuk ukuran besar seperti 100 gram, kini berada di level Rp279,212 juta, memberikan pilihan yang bervariasi bagi investor institusi maupun individu.
FolksInsight.com - Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan perdana pasca libur Lebaran, Rabu (25/3). Mengawali hari dengan catatan menguat, logam mulia ukuran 1 gram kini dibanderol dengan harga Rp2,850 juta, naik tipis dibandingkan posisi terakhir sebelum hari raya.
Berdasarkan pantauan tim FolksInsight.com pada situs resmi Logam Mulia yang diperbarui pada pukul 08.49 WIB, kenaikan ini terbilang moderat namun cukup menarik perhatian para investor. Harga emas Antam tercatat mengalami penguatan sebesar Rp7.000 jika dibandingkan dengan harga pada Selasa (24/3) yang saat itu masih bertengger di level Rp2,843 juta per gram. Kenaikan tipis ini menandakan adanya minat beli yang masih stabil di pasar komoditas pasca momen liburan panjang.

Tidak hanya harga jual, komponen penting lain yang menjadi perhatian utama para pemilik emas, yaitu harga buyback atau harga pembelian kembali, juga ikut mencatatkan peningkatan. Logam Mulia menetapkan harga buyback untuk emas Antam hari ini berada di angka Rp2,507 juta per gram. Angka ini menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan, yaitu naik Rp27 ribu dibandingkan posisi sebelumnya. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang berencana untuk menjual emas koleksinya karena nilai tukar yang diterima mengalami peningkatan.
Dengan adanya pergerakan harga jual dan beli tersebut, selisih atau spread antara harga jual dan harga buyback saat ini berada di kisaran Rp343 ribu per gram. Selisih ini merupakan komponen yang mencakup biaya produksi, pajak, serta margin penjualan bagi pihak Antam, sehingga penting dipahami oleh investor yang ingin melakukan pembelian maupun penjualan dalam frekuensi tinggi.
Kabar baiknya, penguatan harga emas Antam ini tidak hanya terjadi pada ukuran 1 gram saja. Seluruh ragam ukuran emas batangan Antam turut mengalami kenaikan secara merata. Bagi masyarakat yang ingin memulai investasi dengan modal lebih ringan, emas ukuran 0,5 gram kini dipasarkan di level Rp1,475 juta. Sementara untuk ukuran yang lebih besar, emas 5 gram dibanderol Rp14,025 juta dan emas 10 gram naik ke Rp27,995 juta. Adapun untuk ukuran besar seperti 100 gram, kini berada di level Rp279,212 juta, memberikan pilihan yang bervariasi bagi investor institusi maupun individu.
Sebagai pembanding bagi masyarakat yang ingin mencari alternatif produk emas, data dari situs Sahabat Pegadaian menunjukkan bahwa harga emas Galeri24 saat ini berada di angka Rp2,838 juta per gram. Sementara itu, produk emas UBS dipatok dengan harga yang sedikit lebih mahal, yaitu di level Rp2,852 juta per gram. Perbedaan harga antar merek emas ini merupakan hal yang umum terjadi di pasaran dan perlu dicermati oleh konsumen sebelum melakukan transaksi.
Perbedaan harga yang terjadi antara produk Antam, Galeri24, dan UBS tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor fundamental. Mulai dari produsen yang mengeluarkan sertifikasi, standar cetakan dan kemurnian, hingga jalur distribusi dan mitra penjualan masing-masing merek. Meski terdapat variasi harga, ketiga produk tersebut tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena tingkat likuiditasnya yang tinggi dan diakui oleh berbagai lembaga keuangan.
Dengan tren kenaikan tipis pasca Lebaran ini, pasar emas menunjukkan ekspektasi positif terhadap stabilitas harga ke depan. Bagi investor, momentum ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan akumulasi pembelian atau sekadar memonitor pergerakan spread untuk mengambil keuntungan dari fluktuasi harga jual dan buyback.