EKONOMI
Market
IHSG Ambrol 7,89% dalam Sepekan, Investor Asing Kabur Rp7,29 Triliun
Tim Redaksi
09 Mar 2026 07:59
515 kali
Gambar Ilustrasi
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp263 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp7,29 triliun," kata Kautsar dalam keterangan resminya.
FolksInsight.com - Pekan lalu menjadi periode kelam bagi pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ambrol hingga 7,89 persen sepanjang pekan yang berakhir Jumat, 6 Maret 2026. Tekanan jual besar-besaran terjadi di tengah memanasnya konflik geopolitik Timur Tengah dan sentimen negatif dari revisi outlook peringkat utang Indonesia oleh Fitch Ratings.
Pada perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG ditutup melemah 124,85 poin atau anjlok 1,62 persen ke level 7.585. Investor melakukan transaksi sebesar Rp17,77 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,18 miliar saham.
Dalam sepekan, indeks saham hanya mencatatkan penguatan satu hari, sementara empat hari lainnya ditutup di zona merah. Performa buruk ini menyebabkan kapitalisasi pasar bursa terkoreksi signifikan.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mencatat selama periode 2-6 Maret 2026, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 7,85 persen, dari Rp14.787 triliun menjadi Rp13.627 triliun.
Investor Asing Kabur
Data BEI menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp263 miliar pada perdagangan Jumat pekan lalu. Lebih mencengangkan lagi, secara akumulasi sepanjang tahun 2026, investor asing telah membukukan nilai jual bersih mencapai Rp7,29 triliun.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp263 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp7,29 triliun," kata Kautsar dalam keterangan resminya.
Meski IHSG ambrol, rata-rata volume transaksi harian justru meningkat 8,55 persen dari 47 miliar menjadi 51,02 miliar lembar saham. Hal ini mengindikasikan tingginya aktivitas jual-beli di tengah ketidakpastian pasar.
Namun di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian menurun 16,64 persen dari Rp29,95 triliun menjadi Rp24,97 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga turut turun 7,33 persen dari 2,95 juta kali menjadi 2,73 juta kali transaksi.
Tekanan Berlanjut?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG pada awal pekan ini masih akan didominasi tekanan. Pergerakan indeks diprediksi berada di kisaran level support 7.450 dan resistance 7.740.
Oktavianus mengingatkan pasar untuk mewaspadai potensi pelemahan lanjutan apabila IHSG menembus level 7.400. Jika level psikologis tersebut jebol, maka ruang koreksi terbuka hingga ke level 7.200.
Ia menjelaskan bahwa pergerakan pasar saat ini dipengaruhi sejumlah sentimen negatif. Yang utama adalah memanasnya tensi geopolitik yang dinilai telah berkembang menjadi semacam "energy warfare". Hal ini tercermin dari serangan ke Haifa refinery, tanker di Selat Hormuz, hingga infrastruktur LNG South Pars.
Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah serta meningkatkan kembali kekhawatiran inflasi global. Ditambah dengan revisi outlook peringkat utang Indonesia oleh Fitch Ratings, tekanan terhadap pasar saham domestik diprediksi masih akan berlanjut dalam waktu dekat.