Ekonomi
Bukan Cuma RI! IHSG Terperosok 1,62% ke 7.585, Wall Street Jiku Merah Pekan Ini
Kondisi IHSG yang suram ini kontras dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang justru menghijau. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong mencatat penguatan 1,72 persen, sementara indeks Shanghai Composite di China naik 0,38 persen. Indeks Nikkei 225 di Jepang juga menguat 0,62 persen, dan indeks Straits Times di Singapura terapresiasi tipis 0,17 persen.
Perang AS-Iran Bikin Investor Kabur! IHSG Anjlok 1,62%, Rupiah Ikut Terkapar
Dari sisi eksternal, para pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data inflasi (CPI) dan tenaga kerja (NFP) AS yang akan menjadi acuan kebijakan The Fed ke depan. Selain itu, kejelasan mengenai resolusi atau justru eskalasi lebih lanjut dari konflik Timur Tengah juga menjadi perhatian utama.
Bukan Sekadar Hitung Emisi! Kalkulator Hijau BI Versi Baru Siap Ubah Wajah Keuangan RI
Fitur baru dalam Versi 2 juga mencakup penghitungan emisi terbiayai (financed emissions). Bagi perbankan, fitur ini menjadi terobosan besar karena memungkinkan mereka mengidentifikasi konsentrasi emisi dalam portofolio kredit tanpa perlu membangun sistem perhitungan dari nol. Dengan demikian, bank dapat lebih mudah memetakan risiko iklim dari setiap sektor yang mereka biayai.
Honda Ikut-ikutan Turunkan Harga? Manajemen Buka Suara: Ini Bukan Perang Harga!
Strategi efisiensi yang dimaksud Billy sudah mulai terlihat sejak tahun lalu. Saat Honda meluncurkan HR-V Hybrid, mereka menerapkan strategi harga yang berbeda dari sebelumnya. Varian hybrid yang biasanya dibanderol lebih mahal, justru dijual dengan harga di bawah Rp500 juta. Padahal, varian tertinggi HR-V sebelumnya yang mengusung mesin turbo sudah tembus di angka Rp500 jutaan. Saat ini, HR-V dibanderol mulai Rp387,6 juta hingga Rp488 juta.
Ketegangan Global Memanas, Rupiah Melemah ke Rp16.905 per Dolar AS Sementara Investor Serbu Saham Murah
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pelaku pasar global. Risiko konflik terbuka yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Cetak Rekor Baru! FIF Raup Laba Rp4,63 Triliun di 2025, Tembus Target di Tengah Tantangan Ekonomi
"Kami mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas pencapaian perseroan. Ini menjadi bukti kepercayaan seluruh pihak yang menjadikan FIF solusi finansial pilihan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembiayaan," kata Valentina dalam keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).
Gila! 2 Miliar Saham BEBS Dibekukan, OJK Ungkap Keuntungan Rp14,5 Triliun dari Praktik Gorengan
Modus operandi yang digunakan para pelaku cukup terstruktur. Pertama, mereka menyampaikan fakta material palsu saat IPO, termasuk tidak melaporkan pihak-pihak afiliasi yang menerima jatah fixed allotment. Kedua, laporan penggunaan dana IPO juga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, sehingga menyesatkan publik. "Terkait tidak dilaporkannya pihak afiliasi penerima fixed allotment dalam penawaran umum perdana saham (IPO) serta penyampaian laporan penggunaan dana IPO yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," jelas Daniel.
Sinyal Bahaya dari Fitch! Peringkat Utang RI Dipertahankan, Tapi Prospeknya Dipotong Jadi Negatif
Meskipun Fitch masih memperkirakan pemerintah akan berupaya mempertahankan kebijakan yang prudent, termasuk kepatuhan pada batas defisit fiskal 3 persen terhadap PDB, namun ada kekhawatiran besar. Fokus pemerintah pada target pertumbuhan ekonomi 8 persen serta peningkatan belanja sosial, seperti program unggulan makan bergizi gratis (MBG), dinilai berisiko melonggarkan disiplin fiskal dan moneter.
MUI Peringatkan Ancaman Nyata bagi Ekonomi Indonesia Jika Selat Hormuz Ditutup, Ini Langkah yang Harus Segera Diambil
"Dengan memperkuat ketahanan pangan nasional, kami berharap dampaknya bisa diminimalkan. Yang terpenting, kita harus memastikan dampak ekonomi tidak berkembang menjadi masalah keamanan domestik," tegas Cholil Nafis.