EKONOMI
Bisnis
Honda Ikut-ikutan Turunkan Harga? Manajemen Buka Suara: Ini Bukan Perang Harga!
Tim Redaksi
06 Mar 2026 01:27
2,899 kali
Gambar Ilustrasi
Strategi efisiensi yang dimaksud Billy sudah mulai terlihat sejak tahun lalu. Saat Honda meluncurkan HR-V Hybrid, mereka menerapkan strategi harga yang berbeda dari sebelumnya. Varian hybrid yang biasanya dibanderol lebih mahal, justru dijual dengan harga di bawah Rp500 juta. Padahal, varian tertinggi HR-V sebelumnya yang mengusung mesin turbo sudah tembus di angka Rp500 jutaan. Saat ini, HR-V dibanderol mulai Rp387,6 juta hingga Rp488 juta.
FolksInsight.com - Di tengah gencarnya pabrikan otomotif asal China menawarkan mobil dengan harga miring di Indonesia, PT Honda Prospect Motor (HPM) buka suara. Manajemen Honda menegaskan bahwa mereka tidak akan terjebak dalam fenomena perang harga yang belakangan marak terjadi. Namun, mereka juga tidak menampik bahwa penyesuaian harga tetap dilakukan untuk merespons kebutuhan pasar.
Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, dengan tegas membantah bahwa langkah perusahaannya merupakan bagian dari perang harga. Menurutnya, Honda memiliki strategi tersendiri yang berbeda dari sekadar mengejar volume penjualan dengan cara memangkas harga.
"Enggak (ada Honda perang harga)," kata Billy tegas di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Billy menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Honda saat ini lebih merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi produk. Tujuannya adalah agar kendaraan Honda tetap kompetitif dan semakin mudah diterima oleh konsumen, tanpa harus mengorbankan kualitas dan nilai tambah yang ditawarkan.
"Kami melakukan banyak efisiensi produk-produk, jadi kami memberikan nilai lebih supaya konsumen bisa lebih ringan mudah memiliki kendaraan Honda," ucap dia.
Strategi efisiensi yang dimaksud Billy sudah mulai terlihat sejak tahun lalu. Saat Honda meluncurkan HR-V Hybrid, mereka menerapkan strategi harga yang berbeda dari sebelumnya. Varian hybrid yang biasanya dibanderol lebih mahal, justru dijual dengan harga di bawah Rp500 juta. Padahal, varian tertinggi HR-V sebelumnya yang mengusung mesin turbo sudah tembus di angka Rp500 jutaan. Saat ini, HR-V dibanderol mulai Rp387,6 juta hingga Rp488 juta.
Tak hanya HR-V, Honda juga melakukan penyesuaian harga pada model-model lainnya. Honda WR-V, misalnya, kini dijual dengan harga mulai Rp284,1 juta hingga Rp321,1 juta. Angka ini turun sekitar Rp6 juta hingga belasan juta dari versi sebelumnya. Menariknya, penurunan harga ini justru diikuti dengan penyegaran yang cukup signifikan pada mobil tersebut.
WR-V terbaru kini mendapat pembaruan eksterior melalui kehadiran New Black Front Grille & Fog Light Garnish, New Front & Rear Bumper, serta berbagai sentuhan di sisi bodi seperti New Side Under Spoiler, New Black Door Mirror, New Black Door Handle, dan New Body Colored Wheel Arch & Side Protector. Semua tambahan ini membuat tampilan WR-V semakin sporty dan modern.
Bagian interior juga tak luput dari perhatian. WR-V kini dilengkapi dengan desain dasbor anyar yang lebih kekinian. Headunit berukuran 10,25 inci dengan konektivitas ponsel dan port USB-C di baris pertama turut disematkan untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman berkendara.
Dengan kata lain, Honda tidak sekadar memangkas harga, tetapi juga meningkatkan nilai produk. Strategi ini berbeda dengan perang harga yang biasanya hanya mengandalkan diskon besar-besaran tanpa diiringi peningkatan fitur atau kualitas.
Billy menegaskan bahwa Honda tetap ingin bersaing secara sehat dengan memberikan produk terbaik bagi konsumen. Efisiensi yang dilakukan adalah efisiensi cerdas, bukan efisiensi yang mengurangi kualitas. Hal ini penting agar kepercayaan konsumen terhadap merek Honda tetap terjaga di tengah persaingan yang semakin ketat.
Dengan pendekatan ini, Honda optimistis dapat terus mempertahankan pangsa pasarnya tanpa harus terjebak dalam praktik perang harga yang dinilai tidak sehat. Konsumen tetap bisa mendapatkan mobil berkualitas dengan harga yang lebih ramah, namun dengan fitur dan teknologi yang terus ditingkatkan.