NASIONAL
Politik
Viral Guru MTs Tawarkan Jasa Mesum, Wali Kota Depok Langsung Gerak Cepat: Fokus Selamatkan Anak dari HIV
Tim Redaksi
30 Mar 2026 16:31
2,113 kali
Supian menegaskan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam. Sejak hari ini, instansi terkait telah dikerahkan ke MTs di Kedaung untuk melakukan koordinasi dan pendataan. Ia menyebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) mengingat madrasah berada di bawah naungan kementerian tersebut. "Ya, saya ikut prihatin ya," ucapnya menambahkan.
FolksInsight.com - Wali Kota Depok, Supian Suri, menyatakan keprihatinan mendalam setelah beredar luas kabar viral mengenai seorang guru madrasah tsanawiyah (MTs) di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, yang diduga menawarkan jasa mesum di wilayah Tangerang Selatan. Menyikapi kasus yang mencoreng dunia pendidikan ini, Supian langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat melakukan penanganan terpadu.
Supian memerintahkan seluruh instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Depok, termasuk Dinas Kesehatan, untuk segera turun ke lapangan. Langkah utama yang diinstruksikan adalah memastikan tidak adanya korban, khususnya anak-anak sekolah, yang menjadi target dari tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. Pemerintah kota juga fokus pada pendampingan keluarga untuk mengantisipasi dampak psikologis maupun kesehatan yang mungkin timbul.
"Yang kedua, memastikan tentang keluarga, karena kita khawatir dengan cerita yang disampaikan, khawatir ada penyakit yang bisa ditularkan, makanya kita juga memastikan ke pihak keluarga," ujar Supian di Kota Depok pada Senin, 30 Maret 2026. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani kasus tersebut tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari aspek kesehatan masyarakat.
Supian menegaskan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam. Sejak hari ini, instansi terkait telah dikerahkan ke MTs di Kedaung untuk melakukan koordinasi dan pendataan. Ia menyebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) mengingat madrasah berada di bawah naungan kementerian tersebut. "Ya, saya ikut prihatin ya," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan instansi vertikal terkait, dalam hal ini Kemenag. Wahid menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan siswa atau anak-anak dari potensi terpapar penyakit menular, seperti HIV, yang menjadi salah satu kekhawatiran utama dari kasus ini.
"Kita fokus kita ke sana ya, ke korban. Mudah-mudahan tidak ada, harapannya mudah-mudahan tidak ada dan tim Dinkes, DP3AP2KB, hari ini akan berkoordinasi dengan Kemenag dan pihak sekolah untuk nanti mitigasi selanjutnya," ucap Wahid. Ia menjelaskan bahwa tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah dikerahkan untuk melakukan asesmen dan pendampingan.
Pihak madrasah sendiri telah mengambil langkah tegas terhadap oknum guru berinisial IK tersebut. Perwakilan yayasan dan MTs, Jarkasih, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada IK dan memutuskan untuk menonaktifkan yang bersangkutan dari posisinya sebagai guru maupun operator sekolah.
Jarkasih mengungkapkan bahwa pertemuan dengan IK dilakukan pada Minggu, 29 Maret 2026, sehari sebelum pernyataan resmi dari pemerintah kota dikeluarkan. Dalam klarifikasi tersebut, IK mengaku bahwa motif di balik perbuatannya menawarkan jasa mesum adalah karena faktor ekonomi. "Motifnya pas saya tanya tidak lain adalah karena kebutuhan ekonomi atau keuangan," kata Jarkasih saat ditemui di lokasi pada Senin, 30 Maret 2026.
Pengakuan tersebut menambah ironi di tengah keprihatinan publik, mengingat pelaku adalah seorang pendidik yang seharusnya menjadi teladan bagi para siswa. Pihak yayasan menyatakan akan memproses lebih lanjut kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pemerintah Kota Depok melalui berbagai instansi terkait saat ini masih terus melakukan pendampingan dan memantau perkembangan situasi. Langkah-langkah mitigasi disusun untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh peserta didik di lingkungan Kota Depok.