BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Sedikit berawan | 8°C

Viral Guru MTs Tawarkan Jasa Mesum, Wali Kota Depok Langsung Gerak Cepat: Fokus Selamatkan Anak dari HIV

Viral Guru MTs Tawarkan Jasa Mesum, Wali Kota Depok Langsung Gerak Cepat: Fokus Selamatkan Anak dari HIV
Supian menegaskan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam. Sejak hari ini, instansi terkait telah dikerahkan ke MTs di Kedaung untuk melakukan koordinasi dan pendataan. Ia menyebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) mengingat madrasah berada di bawah naungan kementerian tersebut. "Ya, saya ikut prihatin ya," ucapnya menambahkan.
FolksInsight.com - Wali Kota Depok, Supian Suri, menyatakan keprihatinan mendalam setelah beredar luas kabar viral mengenai seorang guru madrasah tsanawiyah (MTs) di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, yang diduga menawarkan jasa mesum di wilayah Tangerang Selatan. Menyikapi kasus yang mencoreng dunia pendidikan ini, Supian langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat melakukan penanganan terpadu.

Supian memerintahkan seluruh instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Depok, termasuk Dinas Kesehatan, untuk segera turun ke lapangan. Langkah utama yang diinstruksikan adalah memastikan tidak adanya korban, khususnya anak-anak sekolah, yang menjadi target dari tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. Pemerintah kota juga fokus pada pendampingan keluarga untuk mengantisipasi dampak psikologis maupun kesehatan yang mungkin timbul.
Ads

"Yang kedua, memastikan tentang keluarga, karena kita khawatir dengan cerita yang disampaikan, khawatir ada penyakit yang bisa ditularkan, makanya kita juga memastikan ke pihak keluarga," ujar Supian di Kota Depok pada Senin, 30 Maret 2026. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani kasus tersebut tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari aspek kesehatan masyarakat.

Supian menegaskan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam. Sejak hari ini, instansi terkait telah dikerahkan ke MTs di Kedaung untuk melakukan koordinasi dan pendataan. Ia menyebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) mengingat madrasah berada di bawah naungan kementerian tersebut. "Ya, saya ikut prihatin ya," ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan instansi vertikal terkait, dalam hal ini Kemenag. Wahid menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan siswa atau anak-anak dari potensi terpapar penyakit menular, seperti HIV, yang menjadi salah satu kekhawatiran utama dari kasus ini.

"Kita fokus kita ke sana ya, ke korban. Mudah-mudahan tidak ada, harapannya mudah-mudahan tidak ada dan tim Dinkes, DP3AP2KB, hari ini akan berkoordinasi dengan Kemenag dan pihak sekolah untuk nanti mitigasi selanjutnya," ucap Wahid. Ia menjelaskan bahwa tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah dikerahkan untuk melakukan asesmen dan pendampingan.
Ads

Pihak madrasah sendiri telah mengambil langkah tegas terhadap oknum guru berinisial IK tersebut. Perwakilan yayasan dan MTs, Jarkasih, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada IK dan memutuskan untuk menonaktifkan yang bersangkutan dari posisinya sebagai guru maupun operator sekolah.

Jarkasih mengungkapkan bahwa pertemuan dengan IK dilakukan pada Minggu, 29 Maret 2026, sehari sebelum pernyataan resmi dari pemerintah kota dikeluarkan. Dalam klarifikasi tersebut, IK mengaku bahwa motif di balik perbuatannya menawarkan jasa mesum adalah karena faktor ekonomi. "Motifnya pas saya tanya tidak lain adalah karena kebutuhan ekonomi atau keuangan," kata Jarkasih saat ditemui di lokasi pada Senin, 30 Maret 2026.
Ads

Pengakuan tersebut menambah ironi di tengah keprihatinan publik, mengingat pelaku adalah seorang pendidik yang seharusnya menjadi teladan bagi para siswa. Pihak yayasan menyatakan akan memproses lebih lanjut kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pemerintah Kota Depok melalui berbagai instansi terkait saat ini masih terus melakukan pendampingan dan memantau perkembangan situasi. Langkah-langkah mitigasi disusun untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh peserta didik di lingkungan Kota Depok.

**Sumber: Tempo**

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!