NASIONAL
Peristiwa
Padati Malioboro Saat Lebaran, Ratusan Ribu Kendaraan Didominasi Pelat Luar, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Tim Redaksi
25 Mar 2026 11:32
4,723 kali
Gambar Ilustrasi
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, mengungkapkan bahwa lonjakan arus kendaraan di kawasan Kota Jogja mulai terasa signifikan sejak beberapa hari terakhir. Peningkatan ini terjadi seiring dengan gelombang wisatawan yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berkunjung ke destinasi favorit di DIY.
FolksInsight.com - Lonjakan wisatawan yang terjadi di kawasan Malioboro pada H+2 Lebaran 2026 tidak hanya memadati pedestrian dan pusat perbelanjaan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap volume kendaraan yang masuk ke pusat Kota Yogyakarta. Berdasarkan data dari Satuan Lalu Lintas Polresta Yogyakarta, jumlah kendaraan yang memasuki kawasan tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 300 ribu unit, dengan dominasi kendaraan berpelat nomor luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, mengungkapkan bahwa lonjakan arus kendaraan di kawasan Kota Jogja mulai terasa signifikan sejak beberapa hari terakhir. Peningkatan ini terjadi seiring dengan gelombang wisatawan yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berkunjung ke destinasi favorit di DIY.
"Ada kenaikan kemarin malam, baik arus lalu lintas ataupun arus manusia," ujar Alvian, Senin (23/3/2026).
Menurut Alvian, kepadatan lalu lintas tercatat paling tinggi masih terpusat di akses menuju Malioboro, khususnya di kawasan Teteg yang menjadi pintu masuk utama. Berdasarkan pemantauan petugas di lapangan, lonjakan kendaraan terjadi dalam dua gelombang pada hari sebelumnya. Gelombang pertama terjadi pada pukul 17.00 hingga 19.00 WIB, kemudian kembali meningkat pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Memasuki pukul 21.30 WIB, arus lalu lintas mulai berangsur normal dan menjelang tengah malam kondisi kembali lancar tanpa hambatan berarti.
Petugas kepolisian pun telah membuka akses normal di dua pintu utama, baik menuju kawasan Malioboro maupun kawasan Pasar Kembang. Situasi tersebut terpantau berlangsung tanpa antrean panjang hingga ke depan hotel, menandakan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan cukup efektif dalam mengurai kepadatan.
Alvian menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan ke Kota Yogyakarta ini dipengaruhi oleh pergerakan wisatawan dari berbagai tempat wisata yang tersebar di seluruh DIY. Wisatawan yang sebelumnya berada di wilayah pinggiran seperti Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo, diprediksi bergeser menuju pusat Kota Jogja pada sore menjelang malam, menjadikan Malioboro sebagai destinasi akhir setelah berkeliling ke berbagai objek wisata.
Antisipasi Kepadatan dengan Rekayasa Lalu Lintas
Guna mengantisipasi potensi kemacetan parah atau bahkan lumpuhnya arus lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas. Skema tersebut meliputi pemasangan barricade serta pengalihan arus di ring luar maupun ring dalam kota. Beberapa titik krusial menjadi perhatian serius dalam pengaturan lalu lintas selama masa liburan ini.
Satlantas Polresta Jogja telah menyusun skenario bertahap untuk mengantisipasi kepadatan. Jika kawasan Malioboro mengalami overload atau kelebihan kapasitas, akses masuk hanya akan dibuka melalui Jalan Mataram, sementara arus kendaraan dari arah Kleringan diwajibkan untuk berputar. Selanjutnya, jika Simpang Kridosono mengalami kepadatan, kendaraan dari arah timur Galeria akan langsung dialihkan naik ke Flyover Lempuyangan menuju Simpang Permata hingga Gondomanan.
Untuk arus kendaraan yang datang dari arah utara, yang biasanya menumpuk di Simpang Pingit, petugas akan meluruskan arus menuju Simpang Ngabean jika kawasan Tugu sudah terkunci. Langkah ini diambil untuk memecah beban kepadatan menuju kawasan Nol Kilometer.
Ratusan Ribu Pengunjung dalam Lima Hari
Selain lonjakan kendaraan, jumlah pengunjung yang memasuki kawasan Malioboro juga mencatatkan angka fantastis. Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu lima hari, tercatat ratusan ribu orang memadati kawasan wisata ikonik tersebut. Akumulasi kunjungan sejak tanggal 18 hingga 22 Maret 2026 mencapai 137.722 orang.
Penghitungan ini dilakukan di lima titik yang menjadi pintu masuk utama ke kawasan Malioboro, yaitu Titik Nol Timur, Titik Nol Barat, kawasan Suryatmajan, BPD Utara, serta depan Hotel D'Jogja. Proses penghitungan berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 24.00 WIB, memberikan gambaran akurat mengenai tingginya minat wisatawan berkunjung ke Malioboro selama masa libur Lebaran tahun ini.
"Total pengunjung (masuk -Red) mencapai 137.722 orang, dihitung dari lima titik masuk kawasan Malioboro," ujar Fitria.