BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Langit cerah | 10°C

Belum Pulang! Ratusan Warga Jakarta Masih Mengungsi, 16 RT dan Jalan di Jakarta Barat Masih Terendam

Belum Pulang! Ratusan Warga Jakarta Masih Mengungsi, 16 RT dan Jalan di Jakarta Barat Masih Terendam
Di Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, sebanyak 130 jiwa mengungsi di Masjid At Taqwa dan Majelis Darul Muhyi. Sementara di Kelurahan Kembangan Utara, Masjid Jami Al Ikhlas dan Musala At Tihanah menampung 108 orang, dan SDN 05/08 menampung 33 jiwa.
FolksInsight.com - Dampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta pada 7-8 Maret 2026 masih dirasakan warga hingga Senin, 9 Maret 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 439 orang masih bertahan di sejumlah tempat pengungsian, sementara 16 RT dan dua ruas jalan di Jakarta Barat masih terendam banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa ratusan pengungsi tersebut tersebar di empat kelurahan di wilayah Jakarta Barat. Mereka belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena kondisi rumah yang masih tergenang air.
Ads

"Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, tiga masjid di kawasan itu difungsikan menjadi tempat pengungsian. Sebanyak 138 orang dari 44 kepala keluarga mengungsi di kelurahan ini," ujar Isnawa dalam keterangannya, Senin, 9 Maret 2026.

Di Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, sebanyak 130 jiwa mengungsi di Masjid At Taqwa dan Majelis Darul Muhyi. Sementara di Kelurahan Kembangan Utara, Masjid Jami Al Ikhlas dan Musala At Tihanah menampung 108 orang, dan SDN 05/08 menampung 33 jiwa.

Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat juga masih menyisakan pengungsi. Sebanyak 30 orang dari 10 kepala keluarga masih tinggal di Musala At Taqwa karena rumah mereka masih terendam.

16 RT Masih Terendam
Ads

Isnawa memaparkan bahwa hingga Senin pagi, terdapat 16 rukun tetangga (RT) dan dua ruas jalan yang masih tergenang banjir. Seluruh titik banjir yang tersisa akibat hujan dua hari tersebut berada di wilayah Jakarta Barat.

"Titik banjir paling banyak berada di Kelurahan Rawa Buaya, sebanyak 7 RT masih tergenang dengan ketinggian 60 sampai 90 sentimeter," jelasnya.
Ads

Kemudian, empat RT di Kelurahan Duri Kosambi juga masih terendam dengan ketinggian 30 hingga 80 sentimeter. Satu RT di Kelurahan Jelambar terendam setinggi 30 sentimeter. Sementara masing-masing dua RT di Kelurahan Kembangan Selatan dan Kembangan Utara terendam banjir setinggi 40 hingga 60 sentimeter.

Penyebab dan Upaya Penanganan

Isnawa menjelaskan bahwa banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan kali di sejumlah titik. Pihaknya telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir di setiap wilayah Jakarta.

"Kami juga mengoordinasikan unsur terkait untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," ucapnya.

BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat. Isnawa mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada potensi genangan," pungkasnya.
Belum Pulang! Ratusan Warga Jakarta Masih Mengungsi, 16 RT dan Jalan di Jakarta Barat Masih Terendam

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!