NASIONAL
Peristiwa
Belum Pulang! Ratusan Warga Jakarta Masih Mengungsi, 16 RT dan Jalan di Jakarta Barat Masih Terendam
Tim Redaksi
09 Mar 2026 10:34
588 kali
Gambar Ilustrasi
Di Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, sebanyak 130 jiwa mengungsi di Masjid At Taqwa dan Majelis Darul Muhyi. Sementara di Kelurahan Kembangan Utara, Masjid Jami Al Ikhlas dan Musala At Tihanah menampung 108 orang, dan SDN 05/08 menampung 33 jiwa.
FolksInsight.com - Dampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta pada 7-8 Maret 2026 masih dirasakan warga hingga Senin, 9 Maret 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 439 orang masih bertahan di sejumlah tempat pengungsian, sementara 16 RT dan dua ruas jalan di Jakarta Barat masih terendam banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa ratusan pengungsi tersebut tersebar di empat kelurahan di wilayah Jakarta Barat. Mereka belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena kondisi rumah yang masih tergenang air.
"Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, tiga masjid di kawasan itu difungsikan menjadi tempat pengungsian. Sebanyak 138 orang dari 44 kepala keluarga mengungsi di kelurahan ini," ujar Isnawa dalam keterangannya, Senin, 9 Maret 2026.
Di Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, sebanyak 130 jiwa mengungsi di Masjid At Taqwa dan Majelis Darul Muhyi. Sementara di Kelurahan Kembangan Utara, Masjid Jami Al Ikhlas dan Musala At Tihanah menampung 108 orang, dan SDN 05/08 menampung 33 jiwa.
Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat juga masih menyisakan pengungsi. Sebanyak 30 orang dari 10 kepala keluarga masih tinggal di Musala At Taqwa karena rumah mereka masih terendam.
16 RT Masih Terendam
Isnawa memaparkan bahwa hingga Senin pagi, terdapat 16 rukun tetangga (RT) dan dua ruas jalan yang masih tergenang banjir. Seluruh titik banjir yang tersisa akibat hujan dua hari tersebut berada di wilayah Jakarta Barat.
"Titik banjir paling banyak berada di Kelurahan Rawa Buaya, sebanyak 7 RT masih tergenang dengan ketinggian 60 sampai 90 sentimeter," jelasnya.
Kemudian, empat RT di Kelurahan Duri Kosambi juga masih terendam dengan ketinggian 30 hingga 80 sentimeter. Satu RT di Kelurahan Jelambar terendam setinggi 30 sentimeter. Sementara masing-masing dua RT di Kelurahan Kembangan Selatan dan Kembangan Utara terendam banjir setinggi 40 hingga 60 sentimeter.
Penyebab dan Upaya Penanganan
Isnawa menjelaskan bahwa banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan kali di sejumlah titik. Pihaknya telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir di setiap wilayah Jakarta.
"Kami juga mengoordinasikan unsur terkait untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," ucapnya.
BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat. Isnawa mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada potensi genangan," pungkasnya.