BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Awan tersebar | 13°C

MK Tolak Uji Materi UU Bahasa, Sony Novian Tegaskan Sikap Hormati Putusan dan Negara Hukum

MK Tolak Uji Materi UU Bahasa, Sony Novian Tegaskan Sikap Hormati Putusan dan Negara Hukum
“Kami mengajukan permohonan ini sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara dan organisasi. Ketika Mahkamah telah memutuskan, maka sikap yang paling konstitusional adalah menghormati dan mematuhinya,” ujar Sony.

Folksinsight.com – Mahkamah Konstitusi resmi menolak seluruh permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dalam Perkara Nomor 188/PUU-XXIII/2025. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang pleno terbuka pada Senin (2/3/2026).

Perkara ini diajukan oleh dua pemohon, yakni Institusi Kajian Demokrasi Deconstitute sebagai Pemohon I dan Ikatan Agensi Jasa Bahasa sebagai Pemohon II. Pemohon II diwakili oleh Sony Novian selaku Ketua, bersama Muhammad Reza Rizky sebagai Sekretaris dan Rika Agusmelda sebagai Bendahara.

Dalam amar putusannya, Mahkamah menyatakan bahwa permohonan para pemohon tidak beralasan menurut hukum untuk seluruhnya. Mahkamah menilai norma Pasal 31 ayat (1) UU 24/2009 serta frasa “suatu sebab” dalam Pasal 1320 butir 4 KUHPerdata tidak bertentangan dengan prinsip negara hukum maupun jaminan konstitusional terkait pemeliharaan dan pengembangan nilai-nilai budaya sebagaimana diatur dalam UUD 1945.

Ads

Menanggapi putusan tersebut, Sony Novian menegaskan bahwa pihaknya menghormati sepenuhnya keputusan Mahkamah Konstitusi sebagai penjaga konstitusi dan pilar negara hukum.

“Kami mengajukan permohonan ini sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara dan organisasi. Ketika Mahkamah telah memutuskan, maka sikap yang paling konstitusional adalah menghormati dan mematuhinya,” ujar Sony.

Sebagai Ketua Ikatan Agensi Jasa Bahasa, Sony menekankan bahwa langkah uji materiil tersebut bukan dimaksudkan untuk melemahkan posisi bahasa Indonesia, melainkan untuk mendorong diskursus hukum yang sehat terkait praktik kebahasaan dalam ruang profesional dan perdata.

“Putusan ini menjadi pelajaran penting bahwa penguatan bahasa nasional tetap berada dalam kerangka negara hukum. Ke depan, kami akan terus berkontribusi melalui jalur kebijakan, edukasi, dan penguatan ekosistem jasa bahasa secara profesional,” tambahnya.

Mahkamah Konstitusi juga menegaskan bahwa meskipun para pemohon memiliki kedudukan hukum (legal standing), dalil-dalil yang diajukan tidak cukup kuat untuk menyatakan norma yang diuji bertentangan dengan konstitusi. Oleh karena itu, permohonan dinyatakan ditolak seluruhnya.

Putusan ini dibacakan oleh sembilan Hakim Konstitusi dalam sidang pleno yang dipimpin Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, dan dihadiri para pemohon, perwakilan DPR, serta Presiden atau kuasanya.

Dengan keluarnya putusan tersebut, Sony Novian menegaskan komitmennya untuk tetap menempatkan Ikatan Agensi Jasa Bahasa sebagai mitra strategis negara dalam penguatan bahasa Indonesia, tanpa mengabaikan dinamika global dan kebutuhan profesional di bidang jasa bahasa.

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari demokrasi. Yang terpenting, semua diselesaikan secara konstitusional dan bermartabat,” pungkasnya.

Ads
ilustrasi
ilustrasi
#MKRI #IKASA #Penerjemah #Interpreter

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!