NASIONAL
Peristiwa
Prabowo Gelar Bukber Spesial di Istana: Ulama dan Tokoh Ormas Islam Diundang Bahas Isu Global?
Tim Redaksi
05 Mar 2026 06:32
2,142 kali
Gambar Ilustrasi
Meski demikian, Nasaruddin mengaku belum mengetahui secara pasti topik pembahasan yang akan mengisi pertemuan itu. Ia menegaskan bahwa agenda tersebut pada dasarnya merupakan acara silaturahmi biasa di bulan suci Ramadan. Namun, spekulasi muncul bahwa pertemuan ini tidak sekadar berbuka puasa bersama mengingat situasi internasional yang sedang tidak stabil.
FolksInsight.com - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar acara buka puasa bersama dengan para tokoh agama, ulama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (5/3) besok. Pertemuan ini menjadi rangkaian dialog kebangsaan yang dilakukan kepala negara di tengah situasi geopolitik global yang tengah memanas.
Menteri Agama Nasaruddin Umar membenarkan rencana acara tersebut usai menemui Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3). "Jadi begini, ya itu juga kan biasa Bapak Presiden mengundang tokoh-tokoh agama, ulama untuk buka puasa besok," ujar Nasaruddin. Ia menambahkan bahwa para pimpinan pondok pesantren juga turut diundang dalam acara silaturahmi tersebut.
Meski demikian, Nasaruddin mengaku belum mengetahui secara pasti topik pembahasan yang akan mengisi pertemuan itu. Ia menegaskan bahwa agenda tersebut pada dasarnya merupakan acara silaturahmi biasa di bulan suci Ramadan. Namun, spekulasi muncul bahwa pertemuan ini tidak sekadar berbuka puasa bersama mengingat situasi internasional yang sedang tidak stabil.
Ketua MPR Ahmad Muzani, saat ditemui terpisah, menyebut tidak menutup kemungkinan Presiden Prabowo akan meminta pandangan dari para tokoh agama terkait posisi Indonesia di Board of Peace (BoP). "Besok juga bagian dari upaya itu, presiden ingin mendengarkan pandangan-pandangan meskipun juga presiden nanti akan menyampaikan pandangan beliau tentang cara pandangan beliau terhadap persoalan ini (Board of Peace)," ujar Muzani.
Rencana pertemuan dengan para ulama ini berlangsung di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas setelah serangan bersama AS-Israel diluncurkan pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran pun merespons dengan serangan balasan berskala besar yang menargetkan wilayah Israel dan pangkalan militer AS di sejumlah kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, pada Selasa (3/3), Presiden Prabowo telah lebih dulu mengundang para mantan presiden dan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, serta ketua umum partai politik parlemen ke Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan tersebut secara khusus membahas eskalasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Hadir dalam pertemuan itu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wapres ke-11 Boediono, serta Wapres ke-13 Ma'ruf Amin. Diskusi yang berlangsung sekitar empat jam tersebut dimulai pukul 19.30 WIB dan berakhir hingga tamu undangan mulai keluar sekitar pukul 23.30 WIB.
Rangkaian pertemuan dengan berbagai elemen bangsa ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons situasi global yang berpotensi berdampak pada Indonesia. Mengundang para ulama dan tokoh ormas Islam menjadi langkah strategis mengingat pengaruh mereka yang besar dalam membentuk opini publik serta memberikan masukan kebijakan luar negeri yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Acara buka puasa bersama besok diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi forum diskusi yang konstruktif di tengah tantangan geopolitik yang semakin kompleks.