NASIONAL
Peristiwa
Identitas Prajurit TNI Gugur di Lebanon Terungkap, Rumah Duka Telah Disiapkan di Kulon Progo
Tim Redaksi
30 Mar 2026 16:42
2,788 kali
Gambar Ilustrasi
"Kami belum ada konfirmasi pastinya dari pihak keluarga, dan jenazah almarhum juga kan masih ada di Lebanon saat ini," imbuh Dyan. Ia menambahkan bahwa sebagai prajurit yang gugur dalam tugas, almarhum akan mendapatkan penghormatan terakhir melalui upacara pemakaman militer. "Karena almarhum gugur (saat bertugas) maka kita laksanakan upacara pemakaman militer," pungkasnya.
FolksInsight.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi mengonfirmasi identitas prajurit yang gugur akibat serangan pasukan Israel terhadap pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Prajurit yang meninggal dunia dalam insiden pada Minggu, 29 Maret 2026 itu adalah Praka Farizal Rhomadhon, seorang prajurit asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, membenarkan bahwa prajurit yang gugur tersebut merupakan putra terbaik daerahnya. Dyan mengungkapkan bahwa hingga saat ini jenazah Praka Farizal masih berada di Lebanon. Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait proses pemulangan jenazah ke tanah air serta rangkaian upacara pemakaman militer yang akan dilaksanakan.
"Kami belum ada konfirmasi pastinya dari pihak keluarga, dan jenazah almarhum juga kan masih ada di Lebanon saat ini," imbuh Dyan. Ia menambahkan bahwa sebagai prajurit yang gugur dalam tugas, almarhum akan mendapatkan penghormatan terakhir melalui upacara pemakaman militer. "Karena almarhum gugur (saat bertugas) maka kita laksanakan upacara pemakaman militer," pungkasnya.
Sementara itu, Dukuh Ledok, Lendah, Kulon Progo, Wakidi, membenarkan bahwa almarhum Praka Farizal merupakan warga di lingkungannya. Rumah duka berlokasi di RT 17 Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY. Berdasarkan pantauan di lokasi, tenda dan sejumlah kursi telah disiapkan untuk menerima pelayat yang berdatangan sejak pagi menjelang siang. Karangan bunga ungkapan duka cita juga terlihat menghiasi area rumah duka, termasuk salah satunya dari Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta.
Kabar gugurnya Praka Farizal Rhomadhon sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Serangan yang dilakukan oleh pasukan Israel itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, saat berlangsungnya pertempuran antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.
Melalui akun media sosial X resminya, Guterres menyampaikan kecaman keras atas insiden yang menewaskan satu personel TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.
"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ujar Sekjen PBB tersebut.
Insiden yang merenggut nyawa Praka Farizal ini menjadi sorotan internasional mengingat pasukan penjaga perdamaian PBB seharusnya mendapat perlindungan penuh di bawah hukum internasional. Masyarakat Indonesia, khususnya warga Kulon Progo, turut berduka atas gugurnya sang pahlawan yang telah mengabdi untuk misi perdamaian dunia.
Hingga berita ini diturunkan, proses koordinasi antara pemerintah Indonesia, TNI, dan pihak UNIFIL terus berjalan untuk memastikan pemulangan jenazah serta perawatan optimal bagi prajurit yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.