BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Sedikit berawan | 7°C

Identitas Prajurit TNI Gugur di Lebanon Terungkap, Rumah Duka Telah Disiapkan di Kulon Progo

Identitas Prajurit TNI Gugur di Lebanon Terungkap, Rumah Duka Telah Disiapkan di Kulon Progo
"Kami belum ada konfirmasi pastinya dari pihak keluarga, dan jenazah almarhum juga kan masih ada di Lebanon saat ini," imbuh Dyan. Ia menambahkan bahwa sebagai prajurit yang gugur dalam tugas, almarhum akan mendapatkan penghormatan terakhir melalui upacara pemakaman militer. "Karena almarhum gugur (saat bertugas) maka kita laksanakan upacara pemakaman militer," pungkasnya.
FolksInsight.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi mengonfirmasi identitas prajurit yang gugur akibat serangan pasukan Israel terhadap pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Prajurit yang meninggal dunia dalam insiden pada Minggu, 29 Maret 2026 itu adalah Praka Farizal Rhomadhon, seorang prajurit asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, membenarkan bahwa prajurit yang gugur tersebut merupakan putra terbaik daerahnya. Dyan mengungkapkan bahwa hingga saat ini jenazah Praka Farizal masih berada di Lebanon. Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait proses pemulangan jenazah ke tanah air serta rangkaian upacara pemakaman militer yang akan dilaksanakan.
Ads

"Kami belum ada konfirmasi pastinya dari pihak keluarga, dan jenazah almarhum juga kan masih ada di Lebanon saat ini," imbuh Dyan. Ia menambahkan bahwa sebagai prajurit yang gugur dalam tugas, almarhum akan mendapatkan penghormatan terakhir melalui upacara pemakaman militer. "Karena almarhum gugur (saat bertugas) maka kita laksanakan upacara pemakaman militer," pungkasnya.

Sementara itu, Dukuh Ledok, Lendah, Kulon Progo, Wakidi, membenarkan bahwa almarhum Praka Farizal merupakan warga di lingkungannya. Rumah duka berlokasi di RT 17 Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY. Berdasarkan pantauan di lokasi, tenda dan sejumlah kursi telah disiapkan untuk menerima pelayat yang berdatangan sejak pagi menjelang siang. Karangan bunga ungkapan duka cita juga terlihat menghiasi area rumah duka, termasuk salah satunya dari Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta.

Kabar gugurnya Praka Farizal Rhomadhon sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Serangan yang dilakukan oleh pasukan Israel itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, saat berlangsungnya pertempuran antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.

Melalui akun media sosial X resminya, Guterres menyampaikan kecaman keras atas insiden yang menewaskan satu personel TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama.
Ads

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.

"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ujar Sekjen PBB tersebut.
Ads

Insiden yang merenggut nyawa Praka Farizal ini menjadi sorotan internasional mengingat pasukan penjaga perdamaian PBB seharusnya mendapat perlindungan penuh di bawah hukum internasional. Masyarakat Indonesia, khususnya warga Kulon Progo, turut berduka atas gugurnya sang pahlawan yang telah mengabdi untuk misi perdamaian dunia.

Hingga berita ini diturunkan, proses koordinasi antara pemerintah Indonesia, TNI, dan pihak UNIFIL terus berjalan untuk memastikan pemulangan jenazah serta perawatan optimal bagi prajurit yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

**Sumber: CNN**

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!