FolksInsight.com - PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia tetap aman, tidak hanya selama masa mudik Lebaran, tetapi juga untuk periode setelahnya. Perusahaan telah melakukan berbagai persiapan strategis jauh-jauh hari guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega, mengungkapkan bahwa perencanaan pasokan untuk kebutuhan di bulan Maret 2026 saja sudah dimulai sejak Januari 2026. Strategi ini diterapkan untuk memastikan distribusi berjalan lancar tanpa perlu pengadaan mendadak yang dapat mengganggu stabilitas pasokan. "Sejak Januari itu Patra Niaga sudah menyiapkan perencanaan produk untuk Maret, baik yang diproduksi oleh kilang maupun yang kita harus melakukan importasi. Sehingga enggak ujug-ujug nih, tiba-tiba kami harus melakukan importasi di bulan Maret," ujarnya dalam Konferensi Pers Kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026, Senin (16/3).
Saat ini, produksi dari kilang-kilang Pertanian disebut berada pada level maksimal, yakni sekitar 1,1 juta barel per hari. Kondisi ini memungkinkan perusahaan untuk langsung mengisi ulang stok setiap kali BBM didistribusikan ke konsumen. Ega menjelaskan bahwa sistem pengisian dilakukan secara berkelanjutan, sehingga stok yang ada saat ini tidak akan habis. "Untuk pengadaan yang kita siapkan di Januari, itu sebetulnya nanti di Februari juga kita refill lagi, kita isi lagi. Nanti Maret kita pengadaan lagi, isi lagi. Jadi kalau kita sampaikan hari ini stok itu di atas 21 hari, itu sebetulnya akan rolling terus ada top-up pengisian," katanya.
BACA JUGA:

Bikin Semangat! Atlet Berprestasi Jateng Kebanjiran Tali Asih Hampir Rp5 Miliar

Bukan Sekadar Administrasi: Sekretariat DPRD DKI Terapkan Manajemen Risiko hingga Level Eselon IV, Target Kinerja 2026

Viral Guru MTs Tawarkan Jasa Mesum, Wali Kota Depok Langsung Gerak Cepat: Fokus Selamatkan Anak dari HIV
Lebih lanjut, Pertamina mengungkapkan bahwa ketahanan pasokan ini juga diperkuat oleh skema kontrak jangka panjang yang telah disepakati dengan para mitra. Mayoritas kontrak pembelian minyak dilakukan jauh sebelum terjadi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, seperti ketegangan antara AS-Israel dengan Iran yang memicu gejolak harga minyak global hingga menembus US$100 per barel. "Sebelum kejadian terjadi Geopolitik di Timur Tengah, kita sudah lock pengadaan tersebut, sehingga saat ini kami memonitor delivery-nya. Nah ini menjadi bagian mitigasi risiko yang sudah kita siapkan," terang Mars Ega.
Meski demikian, Pertamina tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tantangan yang mungkin muncul. Menurut Ega, tantangan tidak hanya datang dari faktor eksternal seperti gejolak harga dan risiko terganggunya jalur distribusi global akibat konflik, tetapi juga dari faktor internal. "Kami harus tetap waspada karena tantangan itu bisa dari dalam maupun dari luar negeri. Kita pernah mengalami tantangan dari dalam negeri yang tiba-tiba mungkin ada suatu akses jembatan putus seperti itu ya, itu mungkin juga perlu waktu kita harus mengurainya," pungkasnya.
Dengan persiapan yang matang dan sistem pengadaan yang terstruktur, Pertamina optimistis dapat memenuhi kebutuhan BBM masyarakat selama periode Lebaran dan seterusnya, meskipun di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.
**Sumber: CNN
FolksVoice
Lihat SemuaBerita Terkait
Komentar
0 Komentar
Tulis Komentar
Anda harus login untuk berkomentar.
Login / DaftarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

