NASIONAL
Peristiwa
Menag Temui Prabowo, Bahas Solusi Cerdas Atasi Malam Takbiran Bertepatan dengan Nyepi
Tim Redaksi
05 Mar 2026 05:58
1,501 kali
Gambar Ilustrasi
Menariknya, Menag menyampaikan bahwa masalah tersebut telah menemukan titik terang setelah berdialog dengan pemerintah setempat dan para tokoh di Bali. Kesepakatan pun dicapai untuk tetap menghormati kedua ibadah tersebut secara bersamaan. "Ya nyepinya berjalan, tapi takbir juga berjalan cuman tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya dari Pukul 06.00 sampai jam 09.00," ucap Nasaruddin menjelaskan solusi yang ditempuh.
FolksInsight.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melaporkan sejumlah persiapan menjelang hari raya Idul Fitri kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3). Salah satu agenda penting yang dibahas adalah antisipasi potensi bentrok antara perayaan malam takbiran dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang tahun ini jatuh berdekatan.
Usai pertemuan, Nasaruddin mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, termasuk di Provinsi Bali, untuk mencari solusi terbaik. Kekhawatiran muncul karena malam takbiran identik dengan lantunan takbir yang biasanya dikumandangkan dengan pengeras suara, sementara umat Hindu yang merayakan Nyepi diwajibkan untuk berdiam diri dan tidak ada aktivitas, termasuk suara-suara keras.
Menariknya, Menag menyampaikan bahwa masalah tersebut telah menemukan titik terang setelah berdialog dengan pemerintah setempat dan para tokoh di Bali. Kesepakatan pun dicapai untuk tetap menghormati kedua ibadah tersebut secara bersamaan. "Ya nyepinya berjalan, tapi takbir juga berjalan cuman tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya dari Pukul 06.00 sampai jam 09.00," ucap Nasaruddin menjelaskan solusi yang ditempuh.
Kesepakatan ini menunjukkan harmoni dan toleransi antarumat beragama yang tinggi. Umat Muslim tetap dapat melantunkan takbir untuk mengagungkan nama Tuhan, namun dengan tetap menjaga kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalankan brata penyepian. Pembatasan penggunaan pengeras suara dan waktu pelaksanaan menjadi jalan tengah yang bijaksana.
Selain membahas Idul Fitri dan Nyepi, pertemuan antara Menag dan Presiden Prabowo juga menyoroti persiapan peringatan Nuzulul Qur'an. "Semuanya ya saya baru saja menghadap Bapak Presiden untuk membicarakan persiapan Nuzulul Qur'an. Jadi, Insya Allah Nuzulul Quran yang akan dilaksanakan di Jakarta tepatnya di Istana Negara," kata Nasaruddin.
Menag mengungkapkan bahwa teknis pelaksanaan acara peringatan turunnya Al-Qur'an tersebut telah dibahas secara rinci. Ia mengakui bahwa ada sejumlah alternatif lokasi yang sempat dipertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan Istana Negara sebagai tempat penyelenggaraan. "Kami sempat mempertimbangkan menggelar acara itu di IKN ataupun Masjid Istiqlal," ungkapnya. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, dipilihlah Istana Negara di Jakarta sebagai lokasi yang paling tepat untuk tahun ini.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik antarlembaga serta antartokoh agama, pemerintah optimistis seluruh rangkaian ibadah dan peringatan keagamaan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh khidmat. Momen-momen penting ini diharapkan menjadi perekat persatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia.