NASIONAL
Peristiwa
Waspada Macet! 9 Juta Pemudik Bakal Tinggalkan Jakarta Pekan Depan, Naik 100 Persen!
Tim Redaksi
07 Mar 2026 09:04
1,056 kali
Gambar Ilustrasi
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada 16-17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 25-27 Maret 2026. Namun, dengan adanya kebijakan WFA, terjadi pergeseran pergerakan pemudik yang diharapkan dapat mengurangi kepadatan di puncak arus mudik.
FolksInsight.com - Gelombang mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mencapai puncaknya lebih awal tahun ini. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa sekitar 9 juta orang diperkirakan akan meninggalkan Jakarta pada Jumat pekan depan, 13 Maret 2026. Angka ini melonjak drastis hingga hampir 100 persen dibandingkan tahun lalu.
Proyeksi tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menurut Dudy, lonjakan signifikan ini dipicu oleh kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang ditetapkan pemerintah lebih awal, berbarengan dengan libur Hari Raya Nyepi.
"Kita bisa lihat bahwa hari Jumat, tanggal 13 itu sudah mulai terjadi pergerakan. Jadi semula hari Jumat, kalau kita tidak berlakukan WFA itu ada sekitar 4,4 juta pergerakan, maka pada hari Jumat setelah berlaku WFA ada peningkatan menjadi hampir 9 juta, hampir 100 persen peningkatan," kata Dudy dalam acara Buka Puasa bersama Media di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jumat, 6 Maret 2026.
Puncak Arus Mudik dan Balik
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada 16-17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 25-27 Maret 2026. Namun, dengan adanya kebijakan WFA, terjadi pergeseran pergerakan pemudik yang diharapkan dapat mengurangi kepadatan di puncak arus mudik.
Dari simulasi Kemenhub, tanpa penerapan WFA, pergerakan pemudik pada 16 Maret diperkirakan mencapai 21,2 juta orang, dan pada 18 Maret mencapai 22 juta orang. Namun berkat kebijakan WFA, angka tersebut diprediksi turun signifikan.
"Dengan penerapan work from anywhere ini diharapkan terjadi penurunan, karena terdistribusi dari simulasi kami pada 16 (Maret) diharapkan turun menjadi sekitar 18 juta-18,9 juta dan pada Rabu, 18 Maret turun menjadi sekitar 15,6 juta," jelas Dudy.
Arus Balik Juga Terdistribusi
Untuk arus balik, Kemenhub memperkirakan kepadatan akan terjadi pada 24 Maret 2026. Namun, dengan adanya kebijakan WFA yang berlanjut pada 25-27 Maret, diharapkan pergerakan masyarakat bisa terpecah dan tidak terjadi penumpukan di satu waktu.
"Dengan kita melakukan di belakang juga 25,26,27, maka diharapkan bisa terdistribusi, sehingga tidak terjadi penumpukan di tanggal-tanggal tertentu," tegasnya.
Total Pergerakan 143,9 Juta Orang
Secara keseluruhan, Kemenhub memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat pada periode Idulfitri 2026 akan mencapai angka fantastis, yaitu 143,9 juta orang. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia di momen Lebaran.
Lima provinsi dengan jumlah pergerakan terbanyak diprediksi berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Sementara itu, wilayah tujuan terbanyak adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.
Dengan proyeksi lonjakan pemudik yang sangat tinggi ini, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memanfaatkan kebijakan WFA, dan menghindari perjalanan di waktu-waktu puncak jika memungkinkan.