NASIONAL
Peristiwa
Konflik Iran-AS Makin Panas, Antam: Harga Emas Bakal Terus Meroket!
Tim Redaksi
04 Mar 2026 19:16
537 kali
Gambar Ilustrasi
Meski optimistis terhadap tren kenaikan, Wisnu mengaku tidak dapat memastikan seberapa signifikan gejolak global akan berdampak pada harga emas di dalam negeri. Namun yang pasti, Antam terus berupaya mengantisipasi lonjakan permintaan dengan mengoptimalkan produksi dan pasokan bahan baku dari sumber domestik. "Karena kita selalu mencari dari sumber domestik untuk memenuhi kebutuhan emas di dalam negeri," ujarnya.
FolksInsight.com - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memprediksi harga emas global akan terus melambung tinggi seiring meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto, menyatakan bahwa perang dan ketegangan politik secara historis selalu berdampak signifikan terhadap pergerakan harga komoditas, dan emas menjadi primadona di tengah ketidakpastian. Menurutnya, selama konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung, tren kenaikan harga emas dipastikan akan berlanjut.
"Karena itu memang sekarang ini kita bisa melihat harganya sedang naik, dan kemungkinan akan terus naik selama perang itu masih ada, karena bagaimanapun namanya perang itu pasti akan memengaruhi harga-harga komoditas," kata Wisnu di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Ia menjelaskan bahwa emas tetap menjadi instrumen investasi aman (safe haven) yang paling dicari di saat dunia dilanda ketidakpastian. Selain faktor konflik, berbagai kebijakan ekonomi global juga turut mendorong masyarakat dunia untuk mengalihkan asetnya ke logam mulia.
Meski optimistis terhadap tren kenaikan, Wisnu mengaku tidak dapat memastikan seberapa signifikan gejolak global akan berdampak pada harga emas di dalam negeri. Namun yang pasti, Antam terus berupaya mengantisipasi lonjakan permintaan dengan mengoptimalkan produksi dan pasokan bahan baku dari sumber domestik. "Karena kita selalu mencari dari sumber domestik untuk memenuhi kebutuhan emas di dalam negeri," ujarnya.
Antam berkomitmen memastikan ketersediaan stok emas bagi konsumen di tengah tingginya minat beli. Wisnu mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini tengah dalam proses peningkatan kapasitas produksi dan perbanyakan pasokan bahan baku. Targetnya, setiap konsumen yang ingin membeli emas dapat langsung terpenuhi kebutuhannya tanpa kendala stok.
"Kami saat ini memang dalam proses untuk memastikan bahwa produksi bisa selalu ditingkatkan, bahan baku bisa segera kita dapatkan lebih banyak lagi untuk memastikan bahwa nanti setiap saat ada konsumen yang mau membeli emas, emas itu ada. Itu yang kita saat ini coba lakukan," katanya.
Terkait layanan emas digital melalui platform Brangkas Logam Mulia, Wisnu menegaskan bahwa Antam menerapkan skema satu banding satu (one to one). Artinya, setiap pembelian emas secara digital oleh konsumen, Antam menyiapkan emas fisik dalam jumlah yang sama persis. Skema ini dijalankan untuk menjaga kepercayaan dan keamanan aset masyarakat.
"Apapun yang konsumen beli di brangkas itu kita selalu menyiapkan. Itu caranya kita bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa emas mereka aman jika disimpan di Antam. Karena kita selalu satu banding satu," tegasnya.
Dengan kondisi geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, emas diprediksi akan terus bersinar. Antam pun bergerak cepat mempersiapkan diri, baik dari sisi produksi maupun layanan, untuk memanfaatkan momentum sekaligus memenuhi kebutuhan investasi masyarakat yang kian melonjak.