BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Langit cerah | 10°C

Brutal! Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok 30 Senior, Luka Bakar Rokok di Sekujur Tubuh

Brutal! Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok 30 Senior, Luka Bakar Rokok di Sekujur Tubuh
"Dari Undip bersurat ke Polrestabes untuk dilakukan penundaan pemeriksaan dengan alasan akan diselesaikan secara internal. Namun sampai saat ini proses penyelidikan tetap berjalan dan rencana akan digelarkan perkara ini," tegas Andika.
FolksInsight.com - Dunia pendidikan tinggi kembali dikejutkan dengan kasus kekerasan yang diduga melibatkan senior terhadap juniornya. Arnendo (20), mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial Universitas Diponegoro (Undip) Semester IV, dilaporkan menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan teman dan seniornya sendiri. Peristiwa ini kini tengah diselidiki oleh Polrestabes Semarang setelah laporan resmi diterima.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani perkara dugaan pengeroyokan tersebut. "Untuk perkara dalam tahap penyelidikan, dan sudah memeriksa enam saksi. Untuk saksi-saksi lain belum bisa dilakukan pemeriksaan dikarenakan ada penundaan jadwal yang diajukan oleh para saksi," ungkap Andika saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Ads

Menurut keterangan polisi, saksi-saksi yang telah diperiksa sejauh ini berasal dari kalangan teman dan keluarga korban. Namun proses penyelidikan sempat mendapat hambatan setelah pihak Universitas Diponegoro mengirimkan surat resmi ke Polrestabes Semarang. Dalam surat tersebut, Undip meminta agar pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait dapat ditunda dengan alasan akan menyelesaikan masalah ini secara internal melalui mekanisme kampus.

"Dari Undip bersurat ke Polrestabes untuk dilakukan penundaan pemeriksaan dengan alasan akan diselesaikan secara internal. Namun sampai saat ini proses penyelidikan tetap berjalan dan rencana akan digelarkan perkara ini," tegas Andika.

Arnendo diduga menjadi korban aksi brutal puluhan seniornya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dikeroyok oleh sekitar 30 orang. Akibat kejadian tersebut, Arnendo mengalami sejumlah luka serius di sekujur tubuhnya. Kondisi fisik korban kini menjadi perhatian publik setelah kuasa hukumnya, Zainal Petir, mengunggah video kondisi Arnendo pasca-kejadian melalui akun Instagram pribadinya @zainalpetir_.

Dalam video yang diunggah tersebut, tampak jelas luka lebam di beberapa bagian tubuh Arnendo. Yang lebih mengkhawatirkan, terdapat luka bekas sundutan rokok di sejumlah titik tubuh mahasiswa malang itu. Temuan ini memicu kemarahan warganet yang mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu.
Ads

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Diponegoro belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah internal yang akan mereka ambil. Sementara itu, Polrestabes Semarang memastikan akan tetap melanjutkan proses penyelidikan dan berencana menggelar perkara dalam waktu dekat. Kasus ini menjadi pengingat bahwa praktik perundungan dan kekerasan di lingkungan kampus masih menjadi momok yang harus diberantas.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!