NASIONAL
Peristiwa
Tanggul Jebol, 16 Desa di Klaten Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi
Tim Redaksi
04 Mar 2026 20:31
476 kali
Gambar Ilustrasi
BPBD Kabupaten Klaten mencatat sedikitnya 120 warga setempat terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sebagian besar dari mereka kini menghuni Gedung Serbaguna Desa Cawas yang dijadikan posko pengungsian darurat. Di lokasi pengungsian, para pengungsi tampak beristirahat di atas tikar seadanya dengan membawa barang-barang penting yang berhasil mereka selamatkan. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus berupaya memberikan bantuan logistik dan layanan kesehatan bagi para pengungsi.
FolksInsight.com - Bencana banjir melanda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, setelah tanggul Sungai Dengkeng jebol akibat curah hujan tinggi pada Selasa (3/3/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten mencatat sebanyak 16 desa yang tersebar di lima kecamatan terdampak langsung luapan air. Ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pantauan di lokasi bencana pada Rabu (4/3/2026) menunjukkan kepanikan masih terlihat di sejumlah titik. Di Kecamatan Cawas, yang menjadi salah satu wilayah terparah, warga tampak sibuk menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah mereka yang terendam. Di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Anas Bin Malik, Cawas, para pengurus pondok dan santri bahu-membahu memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Aktivitas belajar mengajar di pondok pesantren tersebut terpaksa dihentikan sementara karena seluruh area tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga satu meter.

Tidak hanya pemukiman dan pondok pesantren, fasilitas pendidikan juga menjadi korban keganasan air. Sekolah Dasar Negeri 2 Plosowangi di Kecamatan Cawas tampak dikepung banjir. Seorang relawan desa terlihat berada di halaman sekolah yang seluruhnya terendam air. Akibatnya, pelaksanaan ujian tengah semester yang sedang berlangsung terpaksa ditunda hingga situasi membaik. Orang tua murid dan guru cemas melihat genangan air yang merendam ruang kelas.
BPBD Kabupaten Klaten mencatat sedikitnya 120 warga setempat terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sebagian besar dari mereka kini menghuni Gedung Serbaguna Desa Cawas yang dijadikan posko pengungsian darurat. Di lokasi pengungsian, para pengungsi tampak beristirahat di atas tikar seadanya dengan membawa barang-barang penting yang berhasil mereka selamatkan. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus berupaya memberikan bantuan logistik dan layanan kesehatan bagi para pengungsi.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pendataan dan evakuasi di sejumlah desa terdampak. Curah hujan yang masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga dan petugas di lapangan. Pemerintah daerah setempat mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Dengkeng untuk tetap waspada dan siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan.