BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Langit cerah | 10°C

Anggota DPR Kecam Keras Pembunuhan Pemimpin Iran: Itu Kejahatan Perang!

Anggota DPR Kecam Keras Pembunuhan Pemimpin Iran: Itu Kejahatan Perang!
"Pembunuhan terhadap pemimpin sebuah negara adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap kedaulatan sebuah negara," ujar Oleh Soleh dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa (3/3/2026). Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan bahwa dunia internasional tidak boleh tinggal diam menyaksikan pelanggaran berat semacam ini.
FolksInsight.com - Suara keras mengecam aksi militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, muncul dari parlemen Indonesia. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Oleh Soleh, dengan tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Serangan gabungan yang terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026 itu dinilai telah mencederai kedaulatan sebuah negara dan merusak tatanan perdamaian dunia.

"Pembunuhan terhadap pemimpin sebuah negara adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap kedaulatan sebuah negara," ujar Oleh Soleh dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa (3/3/2026). Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan bahwa dunia internasional tidak boleh tinggal diam menyaksikan pelanggaran berat semacam ini.
Ads

Oleh menilai bahwa agresi militer yang dilakukan tanpa provokasi ini telah memicu kekacauan dan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, tindakan Israel dan Amerika Serikat telah mencoreng semangat perdamaian dunia serta merusak komitmen bersama yang selama ini dibangun dalam tatanan global. Ia juga menyoroti bagaimana kedua negara tersebut berulang kali melancarkan serangan namun hingga kini tidak pernah mendapatkan sanksi tegas dari komunitas internasional.

Ia pun mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan optimal terhadap Israel dan Amerika Serikat. Apalagi, Iran merupakan anggota sah PBB yang segala hak dan kedaulatannya dijamin oleh hukum dan konvensi internasional. "Dunia internasional tidak boleh terus menerus membiarkan praktik-praktik yang melanggar hukum internasional terjadi tanpa konsekuensi. Jika dibiarkan, maka tatanan global akan semakin rusak," tegasnya.

Kecaman dari anggota DPR ini kontras dengan sikap resmi pemerintah Indonesia. Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, tidak ditemukan pernyataan yang secara eksplisit mengecam tindakan penyerangan AS dan Israel. Pemerintah hanya menyatakan "menyesalkan" gagalnya perundingan antara kedua belah pihak yang berujung pada eskalasi militer di kawasan. Pernyataan yang cenderung lunak ini menuai sorotan di tengah panasnya situasi geopolitik.

Konflik di Timur Tengah sendiri memuncak setelah AS dan Israel melancarkan agresi gabungan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Presiden AS Donald Trump bahkan mengumumkan langsung bahwa serangan tersebut berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran tak tinggal diam dan melancarkan serangan balasan dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Ads

Hingga kini, kondisi konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dikutip dari Daily Mail (2/3/2026), Trump bahkan mengungkapkan kemungkinan perang dengan Iran bisa berlangsung hingga empat minggu ke depan. Di tengah situasi yang kian memanas, seruan untuk menegakkan hukum internasional dan melindungi kedaulatan negara menjadi semakin mendesak untuk didengarkan.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!