KESEHATAN
Kesehatan
Tragis! Dokter Muda di Cianjur Meninggal Usai Terpapar Campak, Kemenkes Ungkap Faktor Risiko
Tim Redaksi
28 Mar 2026 16:16
600 kali
Gambar Ilustrasi
Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur tengah melakukan penyelidikan epidemiologi di lapangan sejak 27 Maret 2026. Tim kesehatan menelusuri orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan almarhum, mencari sumber penularan, serta melakukan penilaian risiko atas insiden ini.
FolksInsight.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi kabar duka meninggalnya seorang dokter muda yang tengah menjalani program internship di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat. Andito Mohamad Wibisono, dokter magang berusia 26 tahun, meninggal dunia setelah didiagnosis terpapar virus campak yang kemudian disertai komplikasi serius.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa almarhum mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah di sekujur tubuh, serta sesak napas. Kondisi tersebut memburuk sehingga Andito dilarikan ke RSUD Cimacan, Cianjur, pada 25 Maret 2026.
Pihak RSUD Cimacan segera melakukan penanganan medis sesuai standar. Namun, meskipun berbagai tindakan telah dilakukan oleh tim medis, pasien dinyatakan meninggal pada keesokan harinya, Kamis, 26 Maret 2026.
"Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya," kata Aji melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur tengah melakukan penyelidikan epidemiologi di lapangan sejak 27 Maret 2026. Tim kesehatan menelusuri orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan almarhum, mencari sumber penularan, serta melakukan penilaian risiko atas insiden ini.
Sebagai langkah pencegahan, tim kesehatan telah memberikan vitamin A kepada sejumlah orang yang diduga berkontak dengan pasien untuk mencegah penularan yang lebih luas.
Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa meninggalnya tenaga medis akibat terpapar virus campak ini menjadi bukti bahwa penyakit menular tersebut tidak hanya menyerang anak-anak. Orang dewasa juga memiliki risiko yang tidak kalah serius.
"Orang dewasa yang belum pernah divaksin atau belum pernah terinfeksi campak memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal," kata Aji.
Direktur RSUD Pagelaran, Irvan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa Andito merupakan salah satu dari empat dokter muda yang tengah menjalani program internship di rumah sakit tersebut. Sebelum meninggal, almarhum sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang kurang baik pada pekan sebelumnya.
Andito kemudian mengajukan izin untuk tidak bertugas karena kondisi kesehatannya yang memburuk. "Berdasarkan keterangan keluarga, Andito mulai masuk Instalasi Gawat Darurat RSUD Cimacan pada Rabu malam, 25 Maret 2026, kemudian dirujuk ke ruang ICU. Keesokan harinya, Kamis, 26 Maret 2026, almarhum dinyatakan meninggal," ujar Irvan di Cianjur, Jumat, 27 Maret 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sampel serum darah almarhum serta memantau kondisi kesehatan keluarganya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh keluarga Andito dinyatakan negatif terpapar virus campak.
"Tidak ada yang terindikasi terpapar. Kondisi keluarga almarhum semua sehat dan baik," ujarnya.
Made juga mengungkapkan bahwa kasus campak di Kabupaten Cianjur memang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, ia belum dapat memastikan jumlah pasti kasus yang terjadi. Ia menekankan bahwa campak merupakan penyakit yang mudah menular melalui udara, memiliki pola penularan yang mirip dengan Covid-19.
"Saya tidak tahu persis jumlahnya, tetapi memang terjadi peningkatan. Campak mudah menular melalui udara, seperti Covid-19," katanya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya vaksinasi campak, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi orang dewasa yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.