KESEHATAN
Medis
Waspada! Kasus Campak RI Tertinggi di Dunia, Kenali Secepat Cepatnya Sebelum Menyebar
Tim Redaksi
04 Mar 2026 20:28
573 kali
Gambar Ilustrasi
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus campak hidup di lendir hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. Penularan terjadi sangat mudah melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau bahkan sekadar bernapas di dekat orang lain. Partikel virus dapat terbawa melalui udara dan masuk ke tubuh orang sehat melalui hidung, mulut, atau mata.
FolksInsight.com - Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius di bidang kesehatan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus campak tertinggi di dunia. Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, kasus campak terkonfirmasi mencapai lebih dari 11 ribu, sementara kasus suspek dilaporkan menembus angka lebih dari 60 ribu. Angka ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit yang sangat mudah menular ini.
Lantas, seberapa mudah sebenarnya virus campak menyebar? Dilansir dari Jurnal Medika Utama oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Virus ini memiliki tingkat penularan yang luar biasa cepat. Sekitar 90 persen orang yang tidak memiliki kekebalan, baik karena belum divaksin atau belum pernah terinfeksi, dapat tertular jika berada dalam jarak dekat dengan penderita.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus campak hidup di lendir hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. Penularan terjadi sangat mudah melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau bahkan sekadar bernapas di dekat orang lain. Partikel virus dapat terbawa melalui udara dan masuk ke tubuh orang sehat melalui hidung, mulut, atau mata.
Yang lebih mengkhawatirkan, virus campak memiliki ketahanan yang luar biasa di lingkungan. Virus ini dapat bertahan hidup di udara atau menempel pada permukaan benda hingga dua jam lamanya. Artinya, seseorang bisa tertular hanya dengan menghirup udara yang terkontaminasi di ruangan yang sebelumnya ditinggali penderita, atau menyentuh permukaan benda yang terpapar virus lalu tanpa sadar menyentuh wajah.
Penularan campak juga terjadi tanpa disadari. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus bahkan sebelum mengetahui dirinya sakit. Masa penularan biasanya dimulai sejak empat hari sebelum munculnya ruam khas campak, hingga empat hari setelah ruam muncul di kulit. Hal ini membuat upaya pencegahan menjadi lebih sulit karena penderita bisa beraktivitas normal dan berinteraksi dengan banyak orang tanpa tahu bahwa dirinya sedang menularkan virus.
World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa gejala campak biasanya muncul sekitar 10-14 hari setelah seseorang terpapar virus. Tanda awal penyakit ini umumnya berlangsung selama beberapa hari. Beberapa gejala awal yang sering muncul antara lain demam tinggi, batuk kering, pilek, mata merah dan berair (konjungtivitis), serta bintik putih keabu-abuan di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik.
Beberapa hari kemudian, akan muncul ruam kemerahan di kulit. Ruam biasanya dimulai dari wajah atau belakang telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh dalam beberapa hari. Ruam campak ini berbentuk makulopapular kemerahan dan dapat berlangsung selama tiga hingga tujuh hari sebelum akhirnya memudar. Ruam ini menjadi tanda khas yang membedakan campak dari penyakit lain.
Pada sebagian kasus, campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti diare berat, infeksi telinga, pneumonia, hingga radang otak (ensefalitis). Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada anak di bawah lima tahun, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau individu yang mengalami kekurangan gizi. Mengingat tingginya angka penularan dan potensi komplikasi yang membahayakan, vaksinasi menjadi kunci utama pencegahan. Masyarakat diimbau untuk memastikan diri dan anak-anak telah mendapatkan imunisasi campak lengkap sesuai jadwal yang dianjurkan.