NASIONAL
Politik
Terungkap! Menteri Keuangan Buka Suara Soal Coretax Lemot: Ada Anak Buah Nakal yang Main di Belakang
Tim Redaksi
27 Mar 2026 23:37
1,187 kali
Gambar Ilustrasi
"Di Coretax tiba-tiba, ada laporan lagi bahwa itu 'muter-muter'. Padahal sebelumnya sudah hilang (masalahnya). Rupanya di tempat kita (Kementerian Keuangan) ada yang nakal," ujar Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 27 Maret 2026.
FolksInsight.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara mengenai penyebab sistem Coretax yang kerap mengalami kendala lambat atau lemot. Purbaya mengungkapkan bahwa di balik masalah teknis yang dialami wajib pajak, terdapat keterlibatan anak buahnya sendiri yang ia sebut bertindak nakal.
Purbaya mengakui bahwa dirinya kerap menerima laporan mengenai sistem Coretax yang sering tidak bisa digunakan. Keluhan yang paling umum adalah ketika sistem tiba-tiba berputar-putar tanpa ada kejelasan, membuat para pengguna frustasi karena proses pelaporan pajak menjadi terhambat.
"Di Coretax tiba-tiba, ada laporan lagi bahwa itu 'muter-muter'. Padahal sebelumnya sudah hilang (masalahnya). Rupanya di tempat kita (Kementerian Keuangan) ada yang nakal," ujar Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 27 Maret 2026.
Menteri Keuangan tersebut menduga bahwa terdapat oknum di jajarannya yang masih menjalin kerja sama dengan vendor-vendor yang sebelumnya telah diberhentikan oleh Kementerian Keuangan. Para vendor tersebut dihentikan kontraknya karena dinilai tidak mampu menyediakan layanan yang optimal.
"Ada yang kontrak dengan satu vendor yang sudah kita berhentikan karena lelet service-nya, dimasukkan lagi diam-diam," kata mantan pimpinan Lembaga Penjamin Simpanan ini.
Saat ini, Kementerian Keuangan tengah melakukan investigasi untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab memasukkan kembali vendor-vendor bermasalah tersebut. Purbaya menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap oknum yang terbukti terlibat.
"Nanti saya akan periksa lagi siapa yang masukin lagi vendor itu, kami akan tindak," tuturnya.
Selain persoalan vendor nakal, Purbaya juga mengungkapkan adanya keanehan dalam desain sistem Coretax. Menurutnya, sistem ini memiliki laman interface atau perantara yang tidak langsung menghubungkan pengguna dengan layanan utama. Keberadaan interface ini justru membuat sistem menjadi lebih rumit daripada seharusnya.
"Rupanya dibuat agak rumit supaya di tengahnya ada aplikasi interface sendiri. Ini ada yang jual ke perusahaan-perusahaan besar. Saya baru tahu," ungkap Purbaya.
Purbaya mencurigai bahwa kerumitan sistem ini sengaja diciptakan untuk membuka peluang bagi pihak ketiga yang menawarkan jasa aplikasi perantara. Jasa tersebut diklaim mampu mempercepat akses ke Coretax, sehingga perusahaan-perusahaan besar pun menggunakannya.
"Kelemahannya adalah, anda tau ada servis jasa software atau aplikasi yang menghubungkan Coretax dengan nasabah? Katanya cepat kalau pakai itu. Jadi saya curiga Coretax di sini dibuat kusut," ucapnya.
Menteri Keuangan berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang membelit sistem Coretax. Ia menargetkan agar pelaporan pajak melalui sistem ini tidak lagi rumit dan dapat berjalan lancar pada periode pelaporan selanjutnya.
Purbaya sendiri sebelumnya pernah merasakan langsung kendala teknis saat melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Ia mengaku mengalami proses loading yang berulang kali hingga empat kali baru berhasil masuk ke sistem.
"Terus terang saya tidak mengisi sendiri, saya ditemani oleh orang Pajak. Masuk (ke sistem), berputar lagi, empat kali baru bisa masuk," ucapnya saat sesi tanya jawab dengan wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu, 25 Maret 2026.
Menurut Purbaya, permasalahan Coretax tidak hanya terletak pada aspek teknis semata, tetapi juga menyangkut desain sistem yang rumit serta dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan celah tersebut untuk kepentingan komersial.