Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan prediksi volume kendaraan yang mencapai puncaknya pada hari ini. "Kami melaksanakan one way nasional karena diperkirakan puncak arus balik terjadi hari ini," ujar Listyo.
Sistem one way ini mulai diberlakukan dengan mengalihkan dua lajur tol menjadi satu arah. Penerapannya dimulai dari Kilometer 414 di Kalikangkung, Semarang, hingga Kilometer 70 di Cikampek Utama. Kendaraan yang melaju dari arah berlawanan atau yang hendak menuju arah sebaliknya diimbau untuk menggunakan jalur alternatif di luar jalan tol.
Menurut data yang dihimpun, selama periode mudik Lebaran tahun ini tercatat sekitar 2,38 juta kendaraan meninggalkan Jakarta melalui jalur tol. Kini, kendaraan-kendaraan tersebut diperkirakan akan kembali memasuki ibu kota secara bersamaan, sehingga rekayasa lalu lintas dinilai penting untuk mencegah kemacetan panjang.
BACA JUGA:
Sebelumnya, kebijakan serupa juga diterapkan saat arus mudik, dengan pemberlakuan one way nasional dari arah sebaliknya, yaitu dari Kilometer 70 Cikatama hingga Kilometer 414 Kalikangkung.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menambahkan bahwa saat ini masih terdapat sekitar 1,6 juta kendaraan yang berada di wilayahnya dan bersiap untuk kembali ke perantauan. "Artinya masih banyak yang belum kembali. Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru dan bisa mengatur waktu perjalanan," tuturnya.
Pemerintah mengimbau para pemudik untuk menunda perjalanan jika tidak terlalu mendesak, guna menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik rawan kepadatan. Dengan pemberlakuan one way ini, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar dan aman.
**Sumber:** Tempo
FolksVoice
Lihat SemuaBerita Terkait
Komentar
0 Komentar
Tulis Komentar
Anda harus login untuk berkomentar.
Login / DaftarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!




