FolksInsight.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 (M5,1) yang mengguncang Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (7/5/2026) pukul 04.16 WITA. Berdasarkan rilis resmi BMKG yang diterima FolksInsight, gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8,59 derajat Lintang Selatan dan 123,69 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 29 kilometer barat daya Lembata. Pusat gempa berada di kedalaman 158 kilometer. BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa bumi menengah yang dipicu oleh deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah permukaan NTT.
Guncangan dilaporkan terasa di sejumlah wilayah dengan skala intensitas III-IV MMI di Lembata, III MMI di Larantuka, serta II MMI di Kupang. Beberapa warga di sejumlah kecamatan mengaku merasakan getaran cukup kuat meskipun hanya berlangsung singkat. Warga sempat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan. Pemerintah Kabupaten Lembata bersama BPBD setempat masih melakukan pemantauan dan asesmen lapangan.

Pramono Bantah Tarif Parkir Mobil Jakarta Naik Rp60 Ribu per Jam

Bareskrim Ungkap Iming-iming Rp178 Juta bagi ABK Kapal Pengangkut 1,3 Ton KetaminBareskrim Ungkap Iming-iming Rp178 Juta bagi ABK Kapal Pengangkut 1,3 Ton Ketamin

Tegas, Kepala BGN: Dapur MBG Tak Sesuai Standar Akan Ditutup Meski Punya Siapa Pun
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak berat akibat guncangan. Sebelum kembali ke dalam rumah, masyarakat diminta memastikan struktur bangunan dalam keadaan aman. Jika menemukan kerusakan, segera melapor kepada aparat setempat dan mematikan jaringan listrik serta gas untuk mencegah bahaya lanjutan.
BMKG menegaskan informasi terkait gempa dapat dipantau melalui situs resmi dan kanal media sosial BMKG. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada isu tsunami atau kabar tidak jelas sumbernya. BMKG akan terus memantau kemungkinan gempa susulan dan menyampaikan pembaruan bila ada perubahan signifikan. Dengan verifikasi data yang dilakukan tim FolksInsight, kondisi terbaru ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan warga tanpa harus menanggapi kabar bohong.
Sumber: Kontributor FolksInsight
