DUNIA
Internasional
Darah Terus Tumpah di Timur Tengah, Turki Angkat Bicara: Hentikan Perang Sekarang!
Tim Redaksi
12 Mar 2026 23:38
2,941 kali
Gambar Ilustrasi
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengonfirmasi bahwa negaranya telah menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat dan Iran. Dalam pernyataannya pada Kamis (12/3/2026) yang dikutip dari AFP, Fidan menekankan urgensi untuk segera mengakhiri konflik melalui jalur dialog. "Kita berada di saat di mana kita membutuhkan negosiasi dan dialog lebih dari sebelumnya," ujar Fidan.
FolksInsight.com - Eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran semakin memprihatinkan. Di tengah situasi yang kian memanas, Turki muncul sebagai salah satu negara yang lantang menyuarakan perdamaian. Pemerintah Ankara secara resmi telah menghubungi kedua pihak yang bertikai untuk mendesak penghentian segera pertempuran yang telah menelan banyak korban jiwa tersebut.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengonfirmasi bahwa negaranya telah menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat dan Iran. Dalam pernyataannya pada Kamis (12/3/2026) yang dikutip dari AFP, Fidan menekankan urgensi untuk segera mengakhiri konflik melalui jalur dialog. "Kita berada di saat di mana kita membutuhkan negosiasi dan dialog lebih dari sebelumnya," ujar Fidan.
Fidan menegaskan bahwa upaya diplomatik harus menjadi prioritas utama. Pihaknya tidak tinggal diam melihat situasi yang terus memburuk. "Kita sedang berbicara dengan pihak Iran, dan kita sedang berbicara dengan pihak Amerika. Perang ini harus berakhir secepat mungkin," tegasnya, menunjukkan keseriusan Turki dalam menjembatani komunikasi antara kedua negara adidaya tersebut.
Lebih lanjut, Fidan juga menyoroti potensi meluasnya dampak konflik. Ia memperingatkan bahwa gejolak yang dipicu oleh serangan brutal Amerika Serikat dan Israel tidak hanya akan menghancurkan Iran, tetapi juga berisiko memicu ketidakstabilan di seluruh kawasan. Kekhawatiran akan meluasnya perang menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi oleh komunitas internasional.
Dalam pernyataan terpisah yang dikutip oleh Al Jazeera, Fidan dengan tegas menyuarakan pentingnya menjaga kedaulatan Iran. "Tidak boleh ada keraguan tentang integritas teritorial Iran, dan tidak boleh ada upaya untuk menggulingkan rezim," kata Fidan. Pernyataan ini menjadi sinyal keras bahwa intervensi asing yang bertujuan mengubah pemerintahan di Tehran tidak akan ditoleransi.
Tidak hanya fokus pada perang di Iran, Turki juga menyoroti agresi Israel di Lebanon. Fidan mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan terhadap kelompok Hizbullah. Ia memperingatkan bahwa Lebanon, yang ekonominya sudah terpuruk selama bertahun-tahun, berada di ambang kehancuran total jika serangan berlanjut. Runtuhnya Lebanon akan menciptakan krisis kemanusiaan baru yang lebih besar di kawasan tersebut.
Konflik terbaru ini dipicu oleh serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Iran merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke Israel dan aset militer Amerika di Timur Tengah, serta mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Di saat yang sama, Israel juga menggempur habis-habisan basis-basis Hizbullah di Lebanon, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 500 orang.
Situasi ini semakin rumit mengingat Hizbullah dan Israel sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata pada November 2024. Namun, kesepakatan tersebut nyaris tak berarti karena kedua belah pihak berulang kali saling melanggar dan hampir setiap hari terjadi serangan di berbagai wilayah Lebanon. Desakan Turki untuk menghentikan perang menjadi seruan yang patut didengar, di tengah kecenderungan eskalasi yang terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda mereda.
Sumber: CNN