BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Sedikit berawan | 5°C

Kabar Baik dari Iran! Dua Kapal Tanker RI Akhirnya Dapat Lampu Hijau Keluar dari Selat Hormuz

Kabar Baik dari Iran! Dua Kapal Tanker RI Akhirnya Dapat Lampu Hijau Keluar dari Selat Hormuz
Menurut Nabyl, respons positif yang diberikan oleh Iran langsung ditindaklanjuti oleh sejumlah pihak terkait dengan langkah-langkah operasional guna memfasilitasi pergerakan kedua kapal tanker tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan tepatnya kedua kapal itu akan benar-benar bisa keluar dari Selat Hormuz mengingat masih ada prosedur teknis yang harus dilalui.
FolksInsight.com - Kabar menggembirakan datang dari tengah ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Pemerintah Iran dikabarkan telah memberikan izin bagi dua kapal tanker milik Indonesia yang sebelumnya tertahan di Selat Hormuz untuk dapat melintas keluar dari jalur perairan strategis tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A Mulachela, mengonfirmasi bahwa izin tersebut telah diberikan oleh pihak Teheran setelah melalui serangkaian negosiasi intensif. Sejak awal kejadian, Kementerian Luar Negeri bersama dengan Kedutaan Besar RI di Teheran secara aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah Iran untuk membahas nasib kedua kapal tanker tersebut.
Ads

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran," ujar Nabyl dalam pernyataannya di Jakarta pada Jumat, 27 Maret 2026, sebagaimana dikutip dari Antara.

Menurut Nabyl, respons positif yang diberikan oleh Iran langsung ditindaklanjuti oleh sejumlah pihak terkait dengan langkah-langkah operasional guna memfasilitasi pergerakan kedua kapal tanker tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan tepatnya kedua kapal itu akan benar-benar bisa keluar dari Selat Hormuz mengingat masih ada prosedur teknis yang harus dilalui.

Sebelumnya, pada 4 Maret 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat mengungkapkan bahwa pemerintah tengah melakukan upaya negosiasi diplomatik terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz. Saat itu, Bahlil juga memberikan penegasan bahwa keberadaan kedua kapal tersebut tidak mengancam ketahanan energi nasional, karena pemerintah telah lebih dulu menyiapkan langkah antisipasi dengan mencari alternatif pasokan energi dari negara-negara lain.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, juga menyatakan bahwa pemerintah terus memperkuat komunikasi dengan Iran selama masa negosiasi. Fokus utama komunikasi tersebut adalah untuk memastikan keselamatan awak kapal serta kelancaran proses diplomasi yang sedang berjalan.
Ads

Lampu hijau yang diberikan Iran ini sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa negaranya membuka jalur pelayaran bagi kapal-kapal dari "negara sahabat" untuk melintasi Selat Hormuz. Dalam pernyataan sebelumnya, Araghchi menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk keleluasaan yang diberikan Iran kepada negara-negara yang memiliki hubungan baik dan tidak terlibat dalam konflik yang sedang memanas di kawasan tersebut.

Sebaliknya, Araghchi menegaskan bahwa kapal-kapal yang berasal dari Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang dianggap agresor tetap tidak diperbolehkan melintas. Kebijakan selektif ini dilakukan Iran sebagai bagian dari strategi keamanan maritimnya di tengah ketegangan yang meningkat pasca konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel pada penghujung Februari lalu.
Ads

Sejumlah negara sahabat yang turut mendapatkan izin serupa dari Iran antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia. Kehadiran Indonesia dalam daftar negara yang diberi lampu hijau menunjukkan keberhasilan diplomasi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga kepentingan nasional di tengah situasi krisis global.

Data yang dihimpun dari MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret 2026 menunjukkan bahwa sekitar 1.900 kapal dilaporkan tidak dapat bergerak atau mengalami hambatan di sekitar perairan Selat Hormuz, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency. Angka ini mencerminkan betapa signifikannya dampak konflik terhadap jalur pelayaran internasional yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Dengan diperolehnya izin keluar bagi kedua kapal tanker Indonesia, diharapkan proses evakuasi dapat segera dilaksanakan secara aman dan lancar. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan jajaran terkait akan terus memantau perkembangan situasi guna memastikan seluruh awak kapal dan muatan dapat tiba di tanah air dengan selamat.

Sumber: CNN

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!