DUNIA
Internasional
Resmi! Mojtaba Khamenei Putra Ali Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Tim Redaksi
09 Mar 2026 09:27
899 kali
Gambar Ilustrasi
Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei bukanlah nama asing dalam struktur kekuasaan Iran. Selama ini, ia dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang memiliki pengaruh besar, terutama di dalam pasukan keamanan Iran serta jaringan bisnis besar yang berkembang di bawah kepemimpinan ayahnya.
FolksInsight.com - Iran resmi memiliki pemimpin baru. Majelis Ahli (Dewan Pakar) Iran menunjuk Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran menggantikan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel beberapa waktu lalu.
Penunjukan ini menjadikan Mojtaba sebagai pemimpin ketiga Revolusi Islam Iran sejak bergulirnya revolusi pada 1979. Sebelumnya, Iran dipimpin oleh pendiri revolusi Ayatollah Ruhollah Khomeini, kemudian dilanjutkan oleh Ali Khamenei selama 37 tahun.
Sosok di Balik Bayang-bayang Ayahnya
Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei bukanlah nama asing dalam struktur kekuasaan Iran. Selama ini, ia dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang memiliki pengaruh besar, terutama di dalam pasukan keamanan Iran serta jaringan bisnis besar yang berkembang di bawah kepemimpinan ayahnya.
Meskipun tidak terlalu menonjol di panggung publik, Mojtaba selama bertahun-tahun dipercaya menjadi penghubung antara sang ayah dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta institusi-institusi penting lainnya. Ia juga diyakini memainkan peran kunci dalam berbagai kebijakan strategis negara.
Dukungan Penuh Garda Revolusi
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan cepat menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyatakan siap patuh dan menjalankan segala perintah dari pemimpin baru serta melindungi nilai-nilai Revolusi Islam.
IRGC juga menyebut bahwa pemilihan pemimpin baru ini menjadi penanda dimulainya fase baru dalam sejarah Republik Islam Iran, sekaligus memperkuat persatuan di tengah tekanan eksternal yang semakin besar.
Tantangan di Tengah Perang
Mojtaba Khamenei mengambil alih kepemimpinan di saat Iran tengah berada dalam situasi paling kritis. Negara tersebut saat ini terlibat perang terbuka dengan Amerika Serikat dan Israel, dengan serangan balasan yang terus berlangsung di berbagai front.
Selain itu, tekanan ekonomi akibat sanksi internasional dan ketidakstabilan kawasan menjadi tantangan berat yang harus segera dihadapi. Namun, dengan dukungan penuh dari IRGC dan basis kekuatan yang telah dibangun selama puluhan tahun, Mojtaba diyakini akan melanjutkan kebijakan keras pendahulunya, terutama dalam hal perlawanan terhadap pengaruh Barat dan dukungan terhadap poros perlawanan di Timur Tengah.