DUNIA
Internasional
AS-Israel Luncurkan Serangan ke Iran, AWG: Board of Peace Bukan Instrumen Perdamaian
Tim Redaksi
04 Mar 2026 00:24
3,818 kali
Gambar Ilustrasi
Dalam pernyataan yang diterima Republika, Senin (2/3/2026), Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah menyampaikan bahwa serangan militer yang dilakukan AS dan Israel telah melanggar kedaulatan Republik Islam Iran. Serangan yang dimulai pada 28 Februari 2026 tersebut disebut mengakibatkan gugurnya Ali Khamenei sebagai martir.
Folksinsight.com – Serangan militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran sejak 28 Februari 2026 telah memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Aqsa Working Group (AWG) menilai bahwa serangan tersebut membuktikan Board of Peace (BoP) yang dibentuk Donald Trump bukanlah instrumen perdamaian global.
Dalam pernyataan yang diterima Republika, Senin (2/3/2026), Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah menyampaikan bahwa serangan militer yang dilakukan AS dan Israel telah melanggar kedaulatan Republik Islam Iran. Serangan yang dimulai pada 28 Februari 2026 tersebut disebut mengakibatkan gugurnya Ali Khamenei sebagai martir.
Pelanggaran kedaulatan itu kemudian memicu serangan balasan Iran ke wilayah pendudukan Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
"Ketegangan antara Iran dan Amerika-Israel saat ini dimanfaatkan oleh kedua aktor tersebut untuk memperkeruh stabilitas keamanan Timur Tengah dan mengalihkan perhatian dunia. Dampaknya, Israel berpotensi semakin leluasa melakukan berbagai tindakan represif di Palestina," ujar Anshorullah.
Menurut AWG, situasi tersebut tidak dapat dipisahkan dari konteks pendudukan di Palestina. Iran disebut sebagai salah satu negara Muslim yang secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina serta menolak intervensi asing.
Di tengah eskalasi konflik tersebut, AWG mencatat bahwa serangan Israel ke Jalur Gaza dan Tepi Barat mengalami peningkatan. Namun, minimnya sorotan media disebabkan perhatian dunia tersita oleh konflik Amerika-Israel dengan Iran.
Anshorullah juga mengungkapkan bahwa pembatasan ketat oleh pasukan Israel menyebabkan Masjid Al Aqsa tidak dipenuhi jamaah salat tarawih pada 28 Februari 2026. Ia menyebutnya sebagai catatan kelam bagi umat Islam. Masjid Ibrahimi juga disebut diblokir total dengan dalih keamanan menyusul serangan balasan Iran ke wilayah Israel.
Dalam sikap resminya, AWG mengutuk serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Menurut AWG, tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.
"Tindakan militer semacam ini tidak dapat dibenarkan dalam tatanan global yang berlandaskan hukum," tegasnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan terus berkembang sesuai informasi terbaru. Redaksi akan terus memantau perkembangan lebih lanjut.