DUNIA
Internasional
Perang Berkobar! Iran Serang Brutal Tanker AS di Kuwait dan Kilang Minyak Bahrain
Tim Redaksi
07 Mar 2026 00:08
407 kali
Gambar Ilustrasi
"Unit drone angkatan laut angkatan bersenjata menargetkan lokasi pasukan AS di Camp Udairi di Kuwait menggunakan drone tempur," demikian pernyataan militer yang disiarkan televisi pemerintah Iran seperti dikutip Al Jazeera.
FolksInsight.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik baru yang semakin mengkhawatirkan. Angkatan bersenjata Iran kembali melancarkan serangan balasan ke sejumlah aset vital milik Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk. Target terbaru yang menjadi sasaran adalah sebuah kapal tanker minyak AS yang berlabuh di perairan Kuwait serta kilang minyak utama milik Bahrain. Serangan ini dilancarkan pada Jumat, 6 Maret 2026, menandai babak baru dalam konflik terbuka antara Iran melawan AS-Israel.
Mengutip laporan radio pemerintah Iran yang bersumber dari Markas Pusat Khatam Al Anbiya, kapal tanker milik AS tersebut terkena serangan dan dilaporkan terbakar. Markas Pusat Khatam Al Anbiya sendiri merupakan badan khusus yang mengambil alih komando operasional angkatan bersenjata Iran selama masa perang.
Tak hanya menyerang aset bergerak, Iran juga melancarkan serangan rudal ke kilang minyak utama milik Bahrain. Dikutip dari kantor berita AFP, serangan rudal tersebut memicu kebakaran di kilang Bapco Energies yang terletak di pulau Sitra. Pusat Komunikasi Bahrain membenarkan insiden kebakaran tersebut, namun memastikan api berhasil dikendalikan dengan cepat.
Media pemerintah Bahrain menyebutkan bahwa tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan di kilang tersebut. Aktivitas operasional kilang minyak juga dilaporkan tetap berjalan normal setelah kebakaran berhasil dipadamkan.
Rudal Baru Iran Hantam Pangkalan AS dan Israel
Di hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengklaim telah menggunakan "rudal generasi baru" untuk menghantam pangkalan-pangkalan Amerika yang berada di sejumlah negara Teluk. Selain itu, sejumlah lokasi strategis di Israel juga menjadi sasaran, termasuk Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv.
"Unit drone angkatan laut angkatan bersenjata menargetkan lokasi pasukan AS di Camp Udairi di Kuwait menggunakan drone tempur," demikian pernyataan militer yang disiarkan televisi pemerintah Iran seperti dikutip Al Jazeera.
Camp Buehring, yang sebelumnya dikenal sebagai Camp Udairi, merupakan fasilitas militer utama Amerika Serikat yang terletak di wilayah barat laut Kuwait. Keberadaan pangkalan ini menjadi sangat strategis bagi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Serangan serentak yang dilancarkan Iran ini menunjukkan peningkatan kapabilitas militer Teheran, baik dalam hal jangkauan, akurasi, maupun teknologi persenjataan. Penggunaan rudal generasi baru dan drone tempur menandakan bahwa Iran tidak hanya mengandalkan kuantitas, tetapi juga kualitas dalam menghadapi musuh bebuyutannya.
Dengan target yang meluas hingga ke fasilitas sipil dan infrastruktur energi, konflik ini kini tidak lagi sekadar perang proksi, tetapi telah menjadi perang terbuka yang mengancam stabilitas kawasan dan pasokan energi global. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari AS, Israel, dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk.