BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Sedikit berawan | 7°C

Sekarang Giliran Iran Buka Suara: "Kami Bos di Selat Hormuz, Bukan Trump!"

Sekarang Giliran Iran Buka Suara:
Dalam sebuah unggahan di media sosial pada Selasa (3/3/2026), Trump mengumumkan instruksinya kepada United States Development Finance Corporation (DFC). Ia memerintahkan lembaga tersebut untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan keamanan bagi seluruh perdagangan maritim, terutama energi, yang melewati Teluk. "Mulai dengan segera. Saya telah memerintahkan... untuk menyediakan, dengan harga yang sangat wajar, asuransi risiko politik dan jaminan untuk keamanan," tulis Trump.
FolksInsight.com - Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terbuka membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Militer Iran dengan tegas menyatakan bahwa pihaknyalah yang memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia, bukan Amerika Serikat. Pernyataan ini menjadi bumerang bagi Trump yang sebelumnya menawarkan jasa pengawalan kapal tanker di perairan tersebut.

Pejabat Angkatan Laut Garda, Mohammad Akbarzadeh, dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Fars dan dilansir Al Arabiya, menegaskan dominasi negaranya di kawasan tersebut. "Saat ini, Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut Republik Islam Iran," ujarnya. Klaim ini secara langsung menantang otoritas AS di salah satu titik paling vital dalam peta energi global.
Ads

Pernyataan garang dari IRGC ini muncul sebagai respons atas seruan Trump beberapa waktu sebelumnya. Mantan presiden AS itu mengklaim bahwa pemerintahannya siap menawarkan jaminan keamanan bagi kapal-kapal yang melintasi Teluk, setelah Iran dilaporkan menutup akses Selat Hormuz. Trump bahkan menyebut militer AS akan mengawal kapal tanker jika diperlukan, namun dengan syarat: kapal-kapal yang menggunakan jasa tersebut harus membayar.

Dalam sebuah unggahan di media sosial pada Selasa (3/3/2026), Trump mengumumkan instruksinya kepada United States Development Finance Corporation (DFC). Ia memerintahkan lembaga tersebut untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan keamanan bagi seluruh perdagangan maritim, terutama energi, yang melewati Teluk. "Mulai dengan segera. Saya telah memerintahkan... untuk menyediakan, dengan harga yang sangat wajar, asuransi risiko politik dan jaminan untuk keamanan," tulis Trump.

Lebih lanjut, Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan armada lautnya jika situasi mengharuskan. "Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin. Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan aliran energi yang bebas ke dunia," tegasnya dalam unggahan yang sama. Ancaman ini jelas dimaksudkan untuk menjaga stabilitas pasokan energi global yang terganggu oleh konflik.

Namun, ancaman dan tawaran Trump tersebut seolah dianggap angin lalu oleh Teheran. Klaim kendali penuh dari IRGC menunjukkan bahwa Iran tidak gentar dan siap berhadapan dengan AS di jalur perairan yang menjadi nyawa perekonomian negara-negara Teluk. Situasi ini semakin mengkhawatirkan mengingat Selat Hormuz adalah urat nadi pasokan energi dunia.
Ads

Selat yang terletak di antara Oman dan Iran ini merupakan titik pertemuan penting antara Teluk Arab dan Teluk Oman. Selat ini menjadi satu-satunya jalur laut bagi negara-negara penghasil minyak raksasa seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk mengekspor komoditas mereka. Lebih dari 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global harus melewati celah sempit ini setiap harinya.

Krisis di Selat Hormuz sendiri dipicu oleh serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Sebagai balasan, Iran mengambil langkah drastis dengan menutup akses selat tersebut. Akibatnya, hingga Selasa (3/3/2026), diperkirakan sekitar 200 kapal tanker terjebak dan mengambang di pintu masuk Selat Hormuz di Teluk Oman, tidak bisa melanjutkan perjalanan. Kelumpuhan jalur ini dipastikan akan terus mendongkrak harga minyak dunia dan memperparah ketegangan geopolitik yang sudah ada.
Ads

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!