00:00:00
-
-
NASIONAL Peristiwa

Andri Manik Tegaskan Peran Strategis Dunia Usaha dalam Masa Depan Industri Jasa Bahasa di TPJ 2026 UMM Malang

Andri Manik Tegaskan Peran Strategis Dunia Usaha dalam Masa Depan Industri Jasa Bahasa di TPJ 2026 UMM Malang

Sony Novian, Ketua Umum Ikatan Agensi Jasa Bahasa (IKASA) sekaligus Ketua DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Barat, dan Andri Manik, Bendahara Umum DPC HIPPI Jakarta Barat, tampil sebagai narasumber pada acara Temu Penerjemah Jawa Timur 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu 31 Januari 2026.

Folksinsight.com – Andri Manik, Bendahara Umum DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Barat, tampil sebagai salah satu figur sentral dalam acara Temu Penerjemah Jawa Timur (TPJ) 2026 yang digelar oleh Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Komisariat Daerah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu, 31 Januari  2026.

Dalam forum yang mempertemukan organisasi profesi, akademisi, dan pelaku industri tersebut, Andri Manik menegaskan bahwa industri jasa bahasa merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem ekonomi dan aktivitas bisnis lintas sektor, mulai dari perdagangan, investasi, hingga kerja sama internasional.

TPJ 2026 mengusung tema “Menata Ulang Karier Penerjemah: Bertahan, Beradaptasi, dan Bertumbuh” dan menjadi ruang strategis untuk membahas posisi penerjemah dalam rantai nilai industri di tengah percepatan teknologi dan tuntutan efisiensi pasar.

Ketua Umum HPI Pusat, Dr. Indra Listyo, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif tokoh dunia usaha seperti Andri Manik menjadi sinyal penting bahwa profesi penerjemah memiliki peran strategis dalam perekonomian modern.

“Sinergi antara organisasi profesi dan dunia usaha adalah kunci agar penerjemah tidak tertinggal oleh perubahan teknologi dan kebutuhan industri,” ujar Dr. Indra.

Penerjemah sebagai Mitra Strategis Industri

Dalam pemaparannya, Andri Manik menekankan bahwa industri saat ini tidak lagi memandang penerjemah sekadar sebagai penyedia jasa teknis, melainkan sebagai mitra strategis yang turut menentukan kualitas komunikasi bisnis dan keberhasilan kerja sama ekonomi.

“Dalam dunia usaha, kesalahan makna bisa berimplikasi pada kerugian bisnis, reputasi, bahkan kegagalan kerja sama. Karena itu, industri membutuhkan penerjemah yang memahami konteks bisnis, regulasi, dan budaya kerja,” tegas Andri.

Sebagai pengurus inti HIPPI Jakarta Barat, Andri menyoroti besarnya peluang ekonomi di sektor jasa bahasa, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan internasional, investasi asing, serta ekspansi bisnis digital.

Namun peluang tersebut, menurutnya, hanya dapat dimanfaatkan jika penerjemah mampu memenuhi standar profesionalisme industri, mulai dari ketepatan waktu, akurasi makna, hingga etika kerja.

“Industri bergerak cepat. Penerjemah yang ingin masuk dan bertahan di pasar harus siap dengan standar kerja yang jelas dan pola pikir profesional,” tambahnya.

Andri Manik, Bendahara Umum DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Barat

Andri Manik, Bendahara Umum DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Barat

HIPPI Dorong Integrasi Profesi dan Ekonomi

Lebih lanjut, Andri Manik menegaskan bahwa HIPPI memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan profesi penerjemah ke dalam ekosistem ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan jejaring usaha dan kolaborasi lintas sektor.

Ia mendorong penerjemah untuk tidak ragu terlibat aktif dalam organisasi, baik organisasi profesi maupun organisasi pengusaha, agar memahami dinamika pasar dan kebutuhan riil industri.

“Ketika penerjemah terhubung dengan dunia usaha, akan tercipta keselarasan antara kompetensi, peluang kerja, dan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Dalam konteks ini, sinergi antara HPI, IKASA, dan HIPPI dinilai menjadi model kolaborasi strategis yang dapat memperkuat daya saing jasa bahasa Indonesia di tingkat nasional maupun global.

Kolaborasi Akademik dan Organisasi Profesi

TPJ 2026 juga dihadiri Sony Novian, Ketua Umum Ikatan Agensi Jasa Bahasa (IKASA) sekaligus Ketua DPC HIPPI Jakarta Barat, yang menegaskan pentingnya jejaring dan sertifikasi sebagai fondasi profesionalisme penerjemah.

Dari kalangan akademisi, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha sangat penting dalam memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Ketua HPI Komda Jawa Timur, Muhammad Afif Musthofa, menegaskan bahwa TPJ dirancang sebagai ruang temu strategis untuk membangun ekosistem penerjemahan yang berkelanjutan dan terhubung dengan dunia usaha.

MoU HPI–UMM dan Dukungan Industri

Momentum TPJ 2026 diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara HPI dan Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai langkah konkret memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik industri jasa bahasa.

Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan UMM, di antaranya Dekan Fakultas Agama Islam Imamul Hakim, Kepala Center of Excellence Achmad Fauzan Hery Soegiharto, serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Mochammad Firdaus.

TPJ 2026 terselenggara dengan dukungan berbagai perusahaan jasa bahasa nasional, termasuk MainKata Translation Studio, Licolize Communications, Katagonia Language Solution, Translation Transfer, talabahasa, CMM Translation, dan Solusi Penerjemah.

#HIPPI #IKASA #TPJ #HPI

Berita Terkait