NASIONAL
Peristiwa
Libas Lebaran 2026! Pelni Siapkan Alat Evakuasi 145 Persen dari Jumlah Penumpang
Tim Redaksi
05 Mar 2026 19:26
4,434 kali
Gambar Ilustrasi
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. Untuk itu, berbagai peningkatan signifikan dilakukan pada armada kapal, baik dari segi peralatan maupun sumber daya manusia.
FolksInsight.com - Menyambut arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan kembali ramai, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) tidak main-main dalam menyiapkan aspek keselamatan. Perusahaan pelat merah ini memastikan kapasitas alat evakuasi yang disediakan mencapai 145 persen dari proyeksi jumlah penumpang yang akan diangkut. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen terhadap prinsip utama "safety first" dan target "zero accident" selama masa angkutan Lebaran.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. Untuk itu, berbagai peningkatan signifikan dilakukan pada armada kapal, baik dari segi peralatan maupun sumber daya manusia.
"Kami memastikan kapal tidak berlayar tanpa maklumat pelayaran dan seluruh aspek keselamatan terpenuhi," tegas Tri dalam keterangan resminya di Jakarta.
Peningkatan paling mencolok terlihat pada perlengkapan evakuasi. Untuk 25 kapal penumpang yang beroperasi, PELNI telah menyiapkan 216 unit lifeboat (sekoci penolong) dan 1.468 unit life raft (rakit penolong). Total kapasitas tampung seluruh alat evakuasi ini mencapai 61.684 orang, jauh melampaui kapasitas angkut penumpang dalam sekali pelayaran. Sementara itu, 30 kapal perintis yang beroperasi di wilayah terpencil juga dilengkapi dengan kapasitas evakuasi mencapai 19.438 orang.
Inovasi baru juga diterapkan pada sistem evakuasi darurat. Tahun ini, setiap kapal penumpang telah dilengkapi dengan dua unit Marine Evacuation System (MES) atau sistem evakuasi kelautan. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan Lebaran 2025, di mana masing-masing kapal baru memiliki satu unit MES. Dengan adanya dua unit MES di sisi kiri dan kanan kapal, proses evakuasi penumpang dalam situasi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Tidak hanya perangkat keras, PELNI juga memastikan kesiapan para awak kapal. Seluruh awak yang bertugas diwajibkan menjalani medical check-up (pemeriksaan kesehatan) menyeluruh sebelum masa angkutan Lebaran dimulai. Hal ini untuk memastikan kondisi fisik dan mental mereka dalam keadaan prima selama melayani penumpang. Selain itu, jumlah petugas klinik di kapal-kapal besar juga akan ditambah selama masa puncak mudik guna mengantisipasi jika ada penumpang yang membutuhkan pertolongan medis.
Keselamatan pelayaran juga sangat bergantung pada kondisi cuaca. PELNI bekerja sama erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan pemantauan cuaca secara real-time. Informasi terkini tentang gelombang, angin, dan potensi cuaca buruk akan langsung diterima oleh Operation Control Room (pusat kendali operasi) yang beroperasi 24 jam non-stop. Dengan demikian, keputusan terkait keberangkatan kapal dapat diambil dengan cepat dan tepat demi keselamatan bersama.
Tri Andayani optimistis dengan kesiapan yang telah dimatangkan ini. Ia merujuk pada pengalaman Lebaran 2025 yang lalu, di mana realisasi dispensasi kapasitas mencapai 152 persen namun tidak ada insiden besar yang dilaporkan. Targetnya, tahun ini tingkat keselamatan yang sama bahkan lebih baik dapat dicapai dengan pendekatan mitigasi risiko yang jauh lebih ketat.
Dengan segala persiapan ini, PELNI berharap masyarakat dapat merasa aman dan nyaman menggunakan moda transportasi kapal laut untuk perjalanan mudik Lebaran 2026, sehingga bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman dengan selamat sampai tujuan.