Folksinsight.com – Gelaran Temu Penerjemah Jawa Timur
(TPJ) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI)
Komisariat Daerah Jawa Timur menjadi panggung penting bagi penguatan peran
kepemimpinan lintas organisasi dan dunia usaha dalam menata masa depan profesi
penerjemah di Indonesia.
Mengusung tema “Menata Ulang Karier Penerjemah: Bertahan, Beradaptasi,
dan Bertumbuh”, kegiatan ini merefleksikan kebutuhan mendesak akan
kolaborasi antara organisasi profesi, pelaku usaha, dan institusi pendidikan di
tengah disrupsi teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Momentum strategis ini semakin menguat dengan penandatanganan Nota
Kesepahaman (MoU) antara HPI dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sebagai
langkah konkret menjembatani dunia akademik dan praktik profesional jasa
bahasa.
Ketua Umum HPI Pusat, Dr. Indra Listyo, mengapresiasi
penyelenggaraan TPJ 2026 yang dinilainya berhasil menghadirkan dialog lintas
sektor secara substantif. Ia menegaskan bahwa sinergi antara organisasi
profesi, pendidikan, dan pelaku usaha menjadi kunci keberlanjutan profesi
penerjemah di era kecerdasan buatan.
“Perubahan teknologi menuntut penerjemah untuk tidak hanya unggul secara
teknis, tetapi juga adaptif, beretika, dan memahami dinamika industri,”
ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.
Sorotan utama dalam gelar wicara TPJ 2026 tertuju pada Sony Novian,
Ketua Umum Ikatan Agensi Jasa Bahasa (IKASA) sekaligus Ketua
DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Barat, yang
tampil menegaskan pentingnya kepemimpinan organisasi dan jejaring profesi dalam
memperkuat posisi penerjemah di pasar kerja nasional.
Sony menekankan bahwa masa depan penerjemah tidak bisa dilepaskan dari
keberanian membangun reputasi profesional, sertifikasi kompetensi, serta
keterlibatan aktif dalam organisasi profesi dan dunia usaha.
“Penerjemah hari ini harus berpikir sebagai profesional sekaligus pelaku
industri. Jejaring, standar kerja, dan kredibilitas menjadi modal utama untuk
bertahan dan bertumbuh,” tegas Sony.
Menurutnya, IKASA dan HIPPI memiliki peran strategis dalam membuka akses
pasar, membangun ekosistem usaha jasa bahasa yang sehat, serta memastikan
penerjemah Indonesia mampu bersaing secara global.

Keta Umum dan Bendahara umum HIPPI DPC Jakarta Barat
Sejalan dengan itu, Andri Manik, Bendahara Umum DPC
HIPPI Jakarta Barat, memberikan perspektif dunia usaha yang menegaskan
besarnya kebutuhan industri terhadap layanan penerjemahan berkualitas.
Andri menyampaikan bahwa permintaan jasa bahasa di sektor bisnis terus
meningkat, namun disertai tuntutan tinggi terhadap profesionalisme, kecepatan
layanan, serta pemahaman konteks industri.
“Industri tidak hanya mencari penerjemah yang mampu mengalihbahasakan teks,
tetapi yang memahami nilai bisnis, ketepatan makna, dan tenggat waktu,”
jelasnya.
Ia menilai keterlibatan aktif penerjemah dalam organisasi seperti HPI,
IKASA, dan HIPPI akan memperkuat posisi tawar profesi sekaligus menjembatani
kebutuhan industri dengan kompetensi sumber daya manusia.
Dari sisi akademik, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi
menegaskan bahwa kerja sama dengan organisasi profesi seperti HPI sangat
penting untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan memahami standar industri
penerjemahan.
TPJ 2026 juga menghadirkan narasumber lain lintas bidang, di antaranya Tasfan
Sadikin, Interpreter Senior dan Mindfulness Mentor, yang mengangkat
isu ketahanan mental sebagai fondasi keberlanjutan karier penerjemah di bawah
tekanan kerja tinggi.
Ketua HPI Komda Jawa Timur, Muhammad Afif Musthofa,
menegaskan bahwa TPJ bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya
membangun ekosistem penerjemahan yang terhubung, kolaboratif, dan
berkelanjutan.
Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan UMM, antara lain Dekan Fakultas
Agama Islam Imamul Hakim, Kepala Center of Excellence Achmad
Fauzan Hery Soegiharto, serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa
Arab Mochammad Firdaus.
TPJ 2026 terselenggara berkat dukungan sejumlah perusahaan jasa bahasa
nasional, di antaranya MainKata Translation Studio, Licolize Communications,
Katagonia Language Solution, Translation Transfer, talabahasa, CMM Translation,
dan Solusi Penerjemah.