00:00:00
-
-
NASIONAL Peristiwa

Sony Novian dan Andri Manik: Tokoh Organisasi dan Dunia Usaha di Balik Arah Baru Profesi Penerjemah

Sony Novian dan Andri Manik: Tokoh Organisasi dan Dunia Usaha di Balik Arah Baru Profesi Penerjemah

Sorotan utama dalam gelar wicara TPJ 2026 tertuju pada Sony Novian, Ketua Umum Ikatan Agensi Jasa Bahasa (IKASA) sekaligus Ketua DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Barat, yang tampil menegaskan pentingnya kepemimpinan organisasi dan jejaring profesi dalam memperkuat posisi penerjemah di pasar kerja nasional.

Folksinsight.com – Gelaran Temu Penerjemah Jawa Timur (TPJ) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Komisariat Daerah Jawa Timur menjadi panggung penting bagi penguatan peran kepemimpinan lintas organisasi dan dunia usaha dalam menata masa depan profesi penerjemah di Indonesia.

Mengusung tema “Menata Ulang Karier Penerjemah: Bertahan, Beradaptasi, dan Bertumbuh”, kegiatan ini merefleksikan kebutuhan mendesak akan kolaborasi antara organisasi profesi, pelaku usaha, dan institusi pendidikan di tengah disrupsi teknologi dan perubahan kebutuhan industri.

Momentum strategis ini semakin menguat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara HPI dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sebagai langkah konkret menjembatani dunia akademik dan praktik profesional jasa bahasa.

Ketua Umum HPI Pusat, Dr. Indra Listyo, mengapresiasi penyelenggaraan TPJ 2026 yang dinilainya berhasil menghadirkan dialog lintas sektor secara substantif. Ia menegaskan bahwa sinergi antara organisasi profesi, pendidikan, dan pelaku usaha menjadi kunci keberlanjutan profesi penerjemah di era kecerdasan buatan.

“Perubahan teknologi menuntut penerjemah untuk tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif, beretika, dan memahami dinamika industri,” ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.

Sorotan utama dalam gelar wicara TPJ 2026 tertuju pada Sony Novian, Ketua Umum Ikatan Agensi Jasa Bahasa (IKASA) sekaligus Ketua DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Barat, yang tampil menegaskan pentingnya kepemimpinan organisasi dan jejaring profesi dalam memperkuat posisi penerjemah di pasar kerja nasional.

Sony menekankan bahwa masa depan penerjemah tidak bisa dilepaskan dari keberanian membangun reputasi profesional, sertifikasi kompetensi, serta keterlibatan aktif dalam organisasi profesi dan dunia usaha.

“Penerjemah hari ini harus berpikir sebagai profesional sekaligus pelaku industri. Jejaring, standar kerja, dan kredibilitas menjadi modal utama untuk bertahan dan bertumbuh,” tegas Sony.

Menurutnya, IKASA dan HIPPI memiliki peran strategis dalam membuka akses pasar, membangun ekosistem usaha jasa bahasa yang sehat, serta memastikan penerjemah Indonesia mampu bersaing secara global.

Keta Umum dan Bendahara umum HIPPI DPC Jakarta Barat

Keta Umum dan Bendahara umum HIPPI DPC Jakarta Barat

Sejalan dengan itu, Andri Manik, Bendahara Umum DPC HIPPI Jakarta Barat, memberikan perspektif dunia usaha yang menegaskan besarnya kebutuhan industri terhadap layanan penerjemahan berkualitas.

Andri menyampaikan bahwa permintaan jasa bahasa di sektor bisnis terus meningkat, namun disertai tuntutan tinggi terhadap profesionalisme, kecepatan layanan, serta pemahaman konteks industri.

“Industri tidak hanya mencari penerjemah yang mampu mengalihbahasakan teks, tetapi yang memahami nilai bisnis, ketepatan makna, dan tenggat waktu,” jelasnya.

Ia menilai keterlibatan aktif penerjemah dalam organisasi seperti HPI, IKASA, dan HIPPI akan memperkuat posisi tawar profesi sekaligus menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi sumber daya manusia.

Dari sisi akademik, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi menegaskan bahwa kerja sama dengan organisasi profesi seperti HPI sangat penting untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan memahami standar industri penerjemahan.

TPJ 2026 juga menghadirkan narasumber lain lintas bidang, di antaranya Tasfan Sadikin, Interpreter Senior dan Mindfulness Mentor, yang mengangkat isu ketahanan mental sebagai fondasi keberlanjutan karier penerjemah di bawah tekanan kerja tinggi.

Ketua HPI Komda Jawa Timur, Muhammad Afif Musthofa, menegaskan bahwa TPJ bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem penerjemahan yang terhubung, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan UMM, antara lain Dekan Fakultas Agama Islam Imamul Hakim, Kepala Center of Excellence Achmad Fauzan Hery Soegiharto, serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Mochammad Firdaus.

TPJ 2026 terselenggara berkat dukungan sejumlah perusahaan jasa bahasa nasional, di antaranya MainKata Translation Studio, Licolize Communications, Katagonia Language Solution, Translation Transfer, talabahasa, CMM Translation, dan Solusi Penerjemah.

#HIPPI #IKASA #TPJ #HPI

Berita Terkait