NASIONAL
Peristiwa
RI Kaji Ulang Keanggotaan BoP, Kemlu Tegaskan Semua Agenda Ditangguhkan!
Tim Redaksi
06 Mar 2026 22:31
2,707 kali
Gambar Ilustrasi
"Bahwa segala pembahasan tentang Board of Peace ditangguhkan, atau istilahnya di-on hold. Dan tidak ada meeting, atau pembahasan khusus terkait Board of Peace dalam seminggu terakhir ini," tegas Yvonne.
FolksInsight.com - Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengumumkan penundaan semua agenda yang berkaitan dengan Board of Peace (BoP), sebuah forum yang digagas Presiden AS Donald Trump untuk membahas perdamaian di Gaza, Palestina. Keputusan ini diambil menyusul agresi militer AS-Israel ke Iran yang memicu perlawanan balasan dan memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih melakukan penilaian mendalam terkait kelanjutan keanggotaan Indonesia dalam BoP. Sikap ini diambil untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap sejalan dengan kepentingan nasional dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
"Kami sampaikan kita terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap berbagai perkembangan di kawasan, khususnya yang terjadi di Timur Tengah," ujar Yvonne di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Jumat, 6 Maret 2026.
On Hold: Semua Agenda BoP Ditangguhkan
Sebagai langkah antisipatif, Indonesia memutuskan untuk menangguhkan semua agenda yang terkait dengan BoP di luar negeri. Yvonne menegaskan bahwa segala bentuk pembahasan, rapat, diskusi, maupun forum internasional yang membahas Board of Peace untuk sementara waktu tidak dilanjutkan.
"Bahwa segala pembahasan tentang Board of Peace ditangguhkan, atau istilahnya di-on hold. Dan tidak ada meeting, atau pembahasan khusus terkait Board of Peace dalam seminggu terakhir ini," tegas Yvonne.
Keputusan ini diambil setelah melihat fakta di lapangan bahwa AS dan Israel, yang berperan sebagai ketua dan anggota BoP, justru melakukan agresi penyerangan terhadap Iran. Situasi ini memicu desakan dari berbagai kalangan agar Indonesia segera keluar dari forum tersebut.
Indonesia Belum Tarik Diri, Masih Kaji Dampak
Meskipun semua agenda ditangguhkan, Yvonne menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih tetap berada dalam keanggotaan BoP. Pemerintah belum mengambil keputusan final untuk menarik diri dari partisipasi dalam dewan perdamaian untuk Gaza tersebut.
"Partisipasi kita di Board of Peace, tetap konsisten untuk mendukung stabilitas dan rekonstruksi di Palestina," ujar Yvonne.
Namun, ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh terus dilakukan di lingkungan presiden. Pertimbangan utama mencakup dampak meluas dari konflik AS-Israel yang menyerang Iran, serta bagaimana posisi Indonesia dapat tetap memberikan bantuan kepada masyarakat Gaza tanpa terjebak dalam kepentingan politik yang merugikan.
Sikap Hati-hati di Tengah Ketegangan Global
Langkah menangguhkan semua agenda BoP menunjukkan sikap hati-hati Indonesia dalam merespons dinamika geopolitik yang cepat berubah. Di satu sisi, Indonesia ingin tetap berkontribusi dalam upaya perdamaian di Palestina. Di sisi lain, pemerintah tidak ingin terlihat mendukung atau terlibat dalam forum yang dipimpin oleh negara-negara yang justru melakukan agresi militer.
Dengan situasi yang masih terus berkembang, publik menanti keputusan final pemerintah: apakah Indonesia akan bertahan di BoP dengan catatan tertentu, atau memilih jalan keluar dan mencari jalur diplomasi lain yang lebih legitimate, seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau Dewan Keamanan PBB.