FolksInsight.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia mulai menghadapi serangan siber yang ditandai dengan maraknya disinformasi dan berita bohong. Hal ini disampaikan Prabowo dalam pernyataannya pada Senin (5/10/2026), sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia. Menurutnya, serangan siber menjadi salah satu ancaman serius yang harus diwaspadai bersama.
Prabowo juga menyoroti sejumlah tantangan lain yang tak kalah penting, mulai dari narkotika, judi online, perdagangan orang, hingga kejahatan siber. Berbagai ancaman tersebut dinilainya memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Pernyataan ini menegaskan bahwa persoalan keamanan digital tidak bisa dipandang sebelah mata di tengah cepatnya perkembangan teknologi.
Data pendukung menunjukkan Indonesia memang menjadi salah satu negara yang paling rentan terhadap serangan siber. Dengan jumlah pengguna internet yang besar, diperkirakan mencapai 221 juta orang, Indonesia menjadi target empuk bagi para pelaku kejahatan siber. Tercatat pula 189 kasus web defacement, di mana 176 di antaranya menyerang halaman tersembunyi di situs web. Lanskap ancaman siber yang terus berkembang menuntut kemampuan adaptasi sistem keamanan yang lebih baik.
Selain serangan teknis, disinformasi juga menjadi perhatian. Salah satu contohnya adalah penyebaran informasi keliru yang melibatkan Prabowo, seperti unggahan akun bernama Ade Armando yang mengubah cuplikan video pembicaraan Prabowo. Menghadapi situasi ini, Indonesia dinilai memerlukan respons holistik yang mencakup peningkatan infrastruktur, penguatan regulasi, dan peningkatan literasi keamanan siber.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia



