FolksInsight.com - Regenerasi profesi hubungan masyarakat (humas) di Indonesia menjadi sorotan Perhimpunan Hubungan Masyarakat (PERHUMAS). Ketua Umum PERHUMAS Boy Kelana Soebroto menegaskan bahwa proses kaderisasi tidak cukup hanya dengan pergantian personel, tetapi juga harus disertai pewarisan nilai, etika, dan standar profesional kepada generasi penerus.
Menurut Boy Kelana Soebroto, etika dan integritas merupakan fondasi utama dalam membangun profesi humas yang kredibel. Praktisi humas diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan komunikasi yang mumpuni, tetapi juga memahami dan menerapkan kode etik profesi yang berlaku. Hal ini menjadi penting agar kepercayaan publik terhadap profesi humas tetap terjaga.
Dalam konteks yang lebih luas, PERHUMAS juga menghadirkan arah baru kehumasan Indonesia yang berbasis Trust & Transformation. Strategi tersebut menegaskan peran humas sebagai agen transformasi yang mampu membangun kepercayaan di tengah disrupsi global. Penerapan kode etik dari asosiasi profesi seperti PERHUMAS menjadi acuan bagi praktisi dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan berintegritas.

Bendera Bulan Bintang Picu Ricuh di Banda Aceh, Pemerintah Aceh dan DPR Aceh Konsultasi ke KemendagriBendera Bulan Bintang Picu Ricuh di Banda Aceh, Pemerintah Aceh dan DPR Aceh Konsultasi ke Kemendagri

Gempa NTT: 502 Sekolah Rusak Berat, 923 Satuan Pendidikan Diliburkan

Harmoni di Bulan Suci! Cap Go Meh dan Ramadhan Berdampingan Indah di Singkawang
Dengan penekanan pada etika dan integritas, regenerasi humas diharapkan tidak sekadar menghasilkan penerus secara jumlah, tetapi juga melahirkan praktisi yang mampu menjaga martabat profesi dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi maupun masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan komunikasi publik yang semakin kompleks.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia
