FolksInsight.com - Indonesia masih dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan 793 titik api atau hotspot yang terpantau di berbagai wilayah. Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan peningkatan titik api tertinggi, menjadikannya sebagai daerah terparah dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.
Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, karhutla disebut sebagai yang terparah. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, sebelumnya menyatakan bahwa penanggulangan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Meski demikian, wilayah tersebut tidak memiliki konsesi sawit atau tambang yang dapat merusak lahan gambut secara masif.
Kebakaran di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api menjalar di bawah permukaan sehingga sulit dipadamkan. Metode pemadaman tidak cukup hanya dengan penyiraman, melainkan menggunakan teknik suntik gambut untuk menyuntikkan air bertekanan tinggi ke dalam tanah. Pemerintah juga berharap potensi hujan yang diprediksi BMKG dapat membantu meluruhkan asap dan mengurangi titik kebakaran.
Status darurat masih berlaku untuk Kalimantan Tengah hingga 31 Oktober 2026. Sementara itu, Kalimantan Barat berstatus tanggap darurat hingga 18 Oktober 2026. Kemarau dan fenomena El Nino memperbesar risiko karhutla, sementara organisasi lingkungan menilai pengeringan gambut akibat aktivitas manusia membuat kondisi semakin parah. Kebakaran gambut tidak hanya menghasilkan asap, tetapi juga berpotensi melepaskan karbon dalam jumlah besar karena gambut menyimpan lebih dari 30 persen karbon tanah dunia.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia

