FolksInsight.com - Dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 masih terus dirasakan, terutama di sektor pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip melaporkan bahwa sebanyak 502 sekolah mengalami rusak berat akibat bencana tersebut. Total satuan pendidikan yang terdampak mencapai 1.378 sekolah, dan pemerintah kini tengah melakukan pendataan serta upaya pemulihan menyeluruh.
Akibat kerusakan yang cukup parah, sebanyak 923 sekolah terpaksa diliburkan untuk sementara waktu. Kebijakan ini diambil demi keselamatan para pelajar dan tenaga pendidik, menyusul banyaknya bangunan sekolah yang tidak layak fungsi. Sementara itu, data terbaru dari Badan Legislasi DPR juga menyebutkan angka 400 sekolah yang rusak, namun angka terbaru dari Kementerian menunjukkan jumlah yang lebih besar, yaitu 502 unit dengan kategori rusak berat.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus melakukan pemetaan kerusakan di berbagai wilayah terdampak. Pendataan ini menjadi dasar untuk menentukan langkah revitalisasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah yang rusak. Selain itu, aktivitas pembelajaran di sejumlah daerah seperti Manggarai NTT masih diliburkan karena gempa susulan yang masih kerap terjadi, demi menghindari risiko yang lebih besar bagi keselamatan warga sekolah.
Upaya pemulihan pendidikan di NTT menjadi prioritas nasional mengingat pentingnya keberlangsungan proses belajar mengajar. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat perbaikan infrastruktur sekolah dan memastikan seluruh siswa dapat kembali bersekolah dengan aman. Masyarakat dan orang tua diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan situasi di lapangan.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia



