NASIONAL
Peristiwa
Cuma 25 Menit Langsung Ludes! Ribuan Pemudik Jateng Berebut Kuota Mudik Gratis dari TMII
Tim Redaksi
16 Mar 2026 11:42
3,121 kali
Gambar Ilustrasi
Ratusan armada tersebut terdiri dari berbagai sumber. Pemprov Jateng menyiapkan 70 unit bus, disusul Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah sebanyak 175 unit, Bank Jateng 53 unit, PT Jasa Raharja 17 unit, PT Semen Gresik delapan bus, serta masing-masing satu bus dari Perum Perumnas dan PT Tirta Investama. Total keseluruhan armada tahun ini meningkat dibanding tahun lalu, dari 289 menjadi 325 bus.
FolksInsight.com - Ribuan warga Jawa Tengah yang merantau di Jabodetabek akhirnya bisa menarik napas lega. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar program Mudik Gratis Lebaran tahun 2026 dengan menyiapkan ratusan armada bus yang siap mengantarkan para perantau pulang ke kampung halaman. Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga kuota pendaftaran habis dalam waktu singkat.
Suasana ramai terlihat di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Ahad, 15 Maret 2026. Ratusan bus mulai berdatangan sejak pagi untuk bersiap mengangkut ribuan pemudik pada Senin, 16 Maret 2026. "Bus sudah mulai berdatangan sejak pagi tadi. Total ada 325 bus yang masuk ke TMII. Sesuai standar, bus sudah dilakukan ramchek oleh Dishub masing-masing," kata Plt Kepala Badan Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Risturino.
Ratusan armada tersebut terdiri dari berbagai sumber. Pemprov Jateng menyiapkan 70 unit bus, disusul Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah sebanyak 175 unit, Bank Jateng 53 unit, PT Jasa Raharja 17 unit, PT Semen Gresik delapan bus, serta masing-masing satu bus dari Perum Perumnas dan PT Tirta Investama. Total keseluruhan armada tahun ini meningkat dibanding tahun lalu, dari 289 menjadi 325 bus.
Peningkatan jumlah armada sejalan dengan tingginya minat masyarakat untuk mengikuti program mudik gratis. Total pemudik yang terdaftar mencapai 16.186 orang. "Tujuan mudik terbanyak Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara. Rata-rata pekerjaannya itu pengemudi ojek online, Asisten Rumah Tangga (ART), dan buruh yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta," jelas Risturino.
Yang menarik, pendaftaran program ini dibuka secara online dan langsung diserbu masyarakat. "Pendaftaran online langsung habis dalam waktu 25 menit," ujar Risturino. Fakta ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan para perantau, terutama pekerja informal, akan layanan mudik gratis yang dapat meringankan beban ekonomi mereka menjelang Lebaran.
Tidak hanya dari Jakarta, pemberangkatan mudik gratis juga dilakukan dari Bandung. Sebanyak 23 unit bus dengan kapasitas sekitar 1.133 penumpang disiapkan untuk rute ini. Armada tersebut terdiri atas 11 bus dari Baznas Jateng, dua bus dari Kabupaten Banjarnegara, tujuh bus dari Kabupaten Cilacap, dan tiga bus dari Kabupaten Sukoharjo. Rencananya, rombongan dari Bandung akan diberangkatkan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 12.00 WIB.

Selain menggunakan bus, Pemprov Jateng juga menyediakan mudik gratis melalui moda transportasi kereta api yang dijadwalkan berangkat pada 17 Maret 2026. Total ada 17 rangkaian kereta api dengan jumlah 1.288 kursi. Pemberangkatan dibagi dalam dua rute utama. Pertama, dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Solo Balapan dengan delapan rangkaian kereta atau 576 kursi menggunakan KA Jaka Tingkir, ditambah satu rangkaian kereta tambahan berkapasitas 72 kursi. Kedua, dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Poncol Semarang sebanyak delapan rangkaian kereta atau 640 kursi menggunakan KA Tawang Jaya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan bentuk perhatian dan pelayanan pemerintah kepada warga Jawa Tengah yang bekerja di perantauan. Ia meminta para bupati dan wali kota untuk turut serta menjemput dan menyapa masyarakat yang pulang kampung. "Mereka adalah duta kita di perantauan dan kebanyakan adalah pekerja informal. Kita berikan layanan terbaik bagi masyarakat kita, ini wujud pengabdian kita," kata Luthfi. Dengan tersedianya fasilitas ini, diharapkan para perantau dapat merayakan Idulfitri di kampung halaman dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga tercinta. (*)