NASIONAL
Peristiwa
Kapal Tugboat Meledak di Selat Hormuz! 4 WNI Jadi Korban, 3 Masih Hilang
Tim Redaksi
08 Mar 2026 23:12
2,556 kali
Gambar Ilustrasi
"Saat insiden tersebut, kapal Musaffah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang rusak. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian 4 WNI ABK berada di kapal Musaffah 2 dan 1 WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safeen Prestige," jelas Yvonne.
FolksInsight.com - Insiden nahas menimpa kapal tugboat Musaffah 2 yang terbakar dan tenggelam di perairan Selat Hormuz, antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) menjadi korban dalam peristiwa tragis ini. Satu orang mengalami luka bakar, sementara tiga lainnya masih dinyatakan hilang.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan resminya pada Minggu, 8 Maret 2026, memaparkan kronologi dan kondisi terkini para korban. Insiden ledakan terjadi pada Kamis, 6 Maret 2026, pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
"Saat insiden tersebut, kapal Musaffah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang rusak. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian 4 WNI ABK berada di kapal Musaffah 2 dan 1 WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safeen Prestige," jelas Yvonne.
Korban Luka dan Hilang
Yvonne merinci kondisi keempat WNI yang berada di kapal Musaffah 2. Satu orang ABK mengalami luka bakar dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Khasab, Oman. Sementara itu, tiga ABK lainnya masih dalam status hilang dan sedang dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.
Adapun satu WNI lainnya yang berprofesi sebagai teknisi dan berada di kapal kontainer Safeen Prestige dilaporkan selamat dan telah berada di Abu Dhabi.
"Status para WNI yaitu 1 WNI ABK mendapat perawatan luka bakar dan sedang berada di rumah sakit kota Khasab, Oman dan 1 WNI teknisi yang selamat telah berada di kota Abu Dhabi," ujar Yvonne.
Upaya Pencarian dan Koordinasi
Kemlu RI melalui Perwakilan RI di UEA dan Oman terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah setempat dan perusahaan pemilik kapal. Fokus utama saat ini adalah proses pencarian tiga ABK yang masih hilang dan memastikan perawatan optimal bagi korban luka bakar.
"Saat ini perwakilan RI di UEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal untuk proses pencarian 3 awak WNI yang hilang dan memastikan perawatan WNI ABK yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia," tutur Yvonne.
Penyelidikan Penyebab Ledakan
Kemlu RI mendorong agar dilakukan penyidikan menyeluruh atas insiden ledakan kapal tersebut. Otoritas di UEA dan Oman saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang mengakibatkan kapal tugboat Musaffah 2 terbakar dan tenggelam.
Imbauan bagi WNI di Timur Tengah
Menyusul insiden ini, Kemlu RI mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk mereka yang bekerja di kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI diminta untuk terus memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.
"Dan segera lakukan lapor diri untuk memastikan respons cepat dan tepat dari perwakilan RI. Dan dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline perwakilan RI terkait," pungkas Yvonne.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur perairan strategis Selat Hormuz yang saat ini juga tengah berada dalam situasi ketegangan geopolitik. Pemerintah Indonesia terus berupaya memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di luar negeri.