KESEHATAN
Kesehatan
Jangan Sampai Salah! Ini Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa, Ternyata Beda Jenis Beda Waktu
Tim Redaksi
06 Mar 2026 03:07
4,531 kali
Gambar Ilustrasi
"Kalau kita bicara soal lari atau jalan kaki, penelitian menunjukkan bahwa olahraga sebelum iftar atau sebelum berbuka puasa memiliki efek yang baik. Bahkan lebih bagus untuk membakar kalori dan memperbaiki metabolisme," jelas Vardian dalam talkshow World Obesity Day, Rabu (4/3).
FolksInsight.com - Menentukan waktu olahraga selama bulan Ramadhan kerap menjadi dilema bagi banyak orang. Sebagian memilih beraktivitas fisik menjelang berbuka, sementara yang lain merasa lebih nyaman berolahraga setelah makan malam. Lantas, manakah waktu yang paling tepat dan aman bagi tubuh?
Dokter spesialis penyakit dalam, Vardian Mahardika, memberikan penjelasan komprehensif mengenai hal ini. Menurutnya, tidak ada waktu yang mutlak benar atau salah karena semuanya bergantung pada jenis latihan yang dilakukan serta kondisi fisik masing-masing individu.
Untuk jenis olahraga kardio seperti jalan cepat, jogging, atau bersepeda santai, Vardian menyebut bahwa waktu sebelum berbuka puasa justru menjadi momen yang cukup ideal. Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga di saat tubuh dalam kondisi berpuasa memiliki efek positif terhadap pembakaran kalori dan metabolisme.
"Kalau kita bicara soal lari atau jalan kaki, penelitian menunjukkan bahwa olahraga sebelum iftar atau sebelum berbuka puasa memiliki efek yang baik. Bahkan lebih bagus untuk membakar kalori dan memperbaiki metabolisme," jelas Vardian dalam talkshow World Obesity Day, Rabu (4/3).
Meski demikian, ia mengingatkan agar intensitas latihan tetap dijaga. Olahraga sebelum berbuka sebaiknya dilakukan di zona dua, yakni sekitar 60-70 persen dari denyut jantung maksimal. Denyut jantung maksimal dapat dihitung dengan rumus sederhana, 220 dikurangi usia. Dengan intensitas tersebut, pembakaran lemak berlangsung optimal tanpa membebani tubuh secara berlebihan. Menariknya, olahraga di waktu ini juga disebut dapat meningkatkan suasana hati menjelang berbuka.
Namun, cerita berbeda berlaku untuk latihan beban atau olahraga yang membutuhkan tenaga eksplosif. Vardian menegaskan bahwa jenis olahraga ini lebih disarankan dilakukan setelah berbuka puasa. Alasannya, tubuh telah mendapatkan asupan energi sehingga performa latihan bisa lebih maksimal.
"Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita sudah makan setelah puasa, hasilnya jauh lebih baik. Baik untuk kemampuan angkatan, progresif load, maupun metabolisme tubuh saat latihan beban," terangnya.
Meski disarankan berolahraga setelah berbuka, Vardian mengingatkan agar tidak langsung beraktivitas fisik berat tepat setelah menyantap hidangan utama. Ia menjelaskan bahwa keluhan sakit perut saat olahraga umumnya berkaitan dengan proses pengosongan lambung yang belum sempurna.
"Kalau kita beri jarak antara buka puasa dan olahraga, idealnya sekitar tiga jam. Sakit perut biasanya berkaitan dengan proses pengosongan lambung, jadi sebaiknya beri jeda sekitar satu sampai dua jam setelah makan sebelum mulai olahraga," jelasnya.
Bagi yang tetap ingin berolahraga lebih cepat setelah berbuka, ia menyarankan untuk membatalkan puasa terlebih dahulu dengan makanan ringan atau air putih, lalu memberi jeda sebelum memulai latihan yang lebih berat. Dengan begitu, tubuh tetap mendapatkan energi tanpa harus mengalami gangguan pencernaan.
Yang terpenting, Vardian menekankan bahwa waktu olahraga tetaplah fleksibel dan harus disesuaikan dengan rutinitas masing-masing. Baik sebelum maupun sesudah berbuka, esensi utamanya adalah tetap aktif bergerak selama bulan puasa demi menjaga kebugaran tubuh.