BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Sedikit berawan | 8°C

Jangan Asal Puasa! Dokter Spesialis Bagikan 5 Jurus Aman buat Penderita Diabetes

Jangan Asal Puasa! Dokter Spesialis Bagikan 5 Jurus Aman buat Penderita Diabetes
"Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 yang gula darahnya terkontrol dengan baik diperbolehkan berpuasa," ujar Prof. Hari dalam keterangan resmi yang diterima baru-baru ini.
FolksInsight.com - Memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia bersiap menjalankan ibadah puasa. Bagi penderita diabetes, seringkali muncul kekhawatiran apakah kondisi kesehatan mereka mengizinkan untuk berpuasa. Para ahli medis menegaskan, diabetes bukanlah halangan mutlak, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan di bawah pengawasan dokter.

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin atau menggunakan insulin secara efektif. Tantangan terbesar bagi penderita diabetes saat berpuasa adalah menjaga keseimbangan kadar gula darah. Jika tidak dikelola dengan baik, risiko hipoglikemia (gula darah turun drastis) atau hiperglikemia (gula darah melonjak tinggi) mengintai.
Ads

Namun, kabar baiknya, mayoritas penderita diabetes tipe 2 dengan gula darah yang terkontrol diperbolehkan untuk berpuasa. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik Eka Hospital BSD, Profesor Hari Hendarto.

"Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 yang gula darahnya terkontrol dengan baik diperbolehkan berpuasa," ujar Prof. Hari dalam keterangan resmi yang diterima baru-baru ini.

Meski demikian, keputusan untuk berpuasa harus melalui konsultasi dan pengawasan dokter terlebih dahulu. Pasien dengan risiko tinggi, seperti mereka yang sering mengalami hipoglikemia atau memiliki komplikasi serius, memerlukan penilaian khusus. Jika dijalankan dengan pola yang benar, puasa justru memberikan dampak positif bagi pengidap diabetes. Berikut adalah lima saran dari dokter agar ibadah puasa tetap aman dan kesehatan terjaga.

1. Konsultasi Sebelum Ramadan
Ads
Langkah pertama dan paling krusial adalah berkonsultasi dengan dokter sebelum memasuki bulan puasa. Dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh, termasuk riwayat gula darah, komplikasi yang mungkin ada, serta jenis obat atau insulin yang dikonsumsi. Berdasarkan penilaian ini, dokter dapat memberikan rekomendasi apakah pasien diperbolehkan puasa serta melakukan penyesuaian dosis obat jika diperlukan.

2. Manfaatkan Positifnya Puasa
Prof. Hari Hendarto menjelaskan bahwa puasa yang dijalani dengan pola tepat dapat memberikan dampak positif. Pertama, puasa membantu sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap insulin (meningkatkan sensitivitas insulin), sehingga gula darah lebih mudah dikelola. Kedua, terjadi penurunan berat badan yang sehat, terutama pengurangan lemak visceral yang menjadi musuh utama diabetes. Ketiga, puasa turut membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol, yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Ads

3. Rajin Monitor Gula Darah
Pemantauan gula darah secara mandiri menjadi kunci utama selama berpuasa. Penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan pengecekan secara rutin, setidaknya pada pagi hari, siang hari, dan sore hari. Dengan memantau secara berkala, fluktuasi gula darah dapat segera terdeteksi dan langkah antisipasi pun bisa diambil lebih dini, misalnya dengan segera membatalkan puasa jika kadar gula turun hingga level berbahaya.

4. Jaga Asupan Cairan
Dehidrasi adalah risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika puasa berlangsung lama dan cuaca panas. Penderita diabetes harus memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan baik. Gunakan pola 2-4-2, yaitu dua gelas air putih saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan empat gelas di sepanjang malam hingga waktu imsak. Hindari minuman manis dan berkafein berlebihan yang justru dapat memicu dehidrasi.

5. Perhatikan Menu Sahur dan Berbuka
Pemilihan makanan sangat berpengaruh terhadap stabilitas gula darah. Saat sahur, pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, serta perbanyak sayur dan sumber protein. Makanan ini dicerna lebih lambat sehingga memberikan energi tahan lama dan mencegah lonjakan gula darah. Saat berbuka, awali dengan yang manis alami seperti kurma secukupnya, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang. Hindari makan berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan lemak.

Dengan mengikuti panduan medis dan disiplin menjaga pola hidup sehat, penderita diabetes dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan khusyuk, sekaligus meraih manfaat kesehatan dari proses ini.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!