FolksInsight.com - Perum Bulog akan mengalokasikan sebanyak 110 ribu ton beras untuk disalurkan ke 10 perusahaan ritel modern di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasar. Adapun ritel yang menjadi sasaran distribusi antara lain Indogrosir hingga Alfamart, seperti diberitakan CNN Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai respon cepat atas kelangkaan beras yang sempat terjadi di sejumlah ritel modern. Dengan adanya pasokan beras dalam jumlah besar tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh beras dengan mudah dan harga yang lebih terkendali. Bulog memastikan bahwa beras yang didistribusikan merupakan jenis beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan kualitas premium.
Hingga saat ini, stok beras yang dimiliki Bulog tercatat mencapai 1,8 juta ton, sebuah angka yang dianggap aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga telah menginstruksikan agar penyaluran beras SPHP dilakukan secara masif ke berbagai saluran distribusi, termasuk pasar tradisional dan ritel modern. Sebelumnya, realisasi penyaluran beras SPHP di tingkat konsumen telah mencapai ratusan ribu ton di berbagai wilayah.
Dengan distribusi yang masif ini, diharapkan harga beras di pasaran dapat kembali stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Bulog juga berkomitmen untuk terus menjaga ketercukupan pasokan beras di seluruh wilayah Indonesia, terutama menjelang periode-periode yang rawan akan gejolak harga.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia



