DUNIA
Internasional
Bukan Hanya Markas Militer! Rudal AS-Israel Hancurkan Stadion Ikonik Iran, Olahraga Nasional Lumpuh
Tim Redaksi
06 Mar 2026 18:51
2,728 kali
Gambar Ilustrasi
Tak hanya stadion utama, gedung Federasi Balap Sepeda Iran serta kolam renang utama milik Federasi Dayung Iran yang berada dalam satu kompleks juga dilaporkan luluh lantak tak tersisa. Serangan brutal ini memantik kecaman keras dari dalam negeri Iran. Klub Persepolis dalam pernyataan resminya mengutuk keras tindakan tersebut, menegaskan bahwa menyerang fasilitas olahraga adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan, karena olahraga seharusnya menjadi simbol perdamaian dan persatuan, bukan sasaran perang.
FolksInsight.com - Eskalasi konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memasuki babak baru yang mengerikan. Setelah pekan lalu fokus pada serangan terhadap pemimpin tertinggi dan instalasi militer, kali ini rudal AS-Israel dilaporkan menghantam fasilitas sipil, tepatnya kompleks olahraga terbesar dan paling ikonik di Teheran. Stadion Azadi, yang selama puluhan tahun menjadi saksi kejayaan olahraga Iran, kini dilaporkan hancur lebur akibat serangan rudal pada Kamis, 5 Maret 2026.
Menurut laporan media setempat, Tasnim, kompleks olahraga Azadi yang terletak di ibu kota Teheran menjadi salah satu sasaran rudal yang diluncurkan oleh jet tempur AS-Israel. Padahal, fasilitas ini bukan sekadar lapangan hijau biasa. Di dalam kompleks tersebut terdapat Stadion Azadi dengan kapasitas 12.000 tempat duduk yang selama ini menjadi kandang bagi berbagai pertandingan olahraga, mulai dari voli, gulat, futsal, hingga menjadi markas bagi klub sepak bola raksasa Iran, Persepolis.
Tak hanya stadion utama, gedung Federasi Balap Sepeda Iran serta kolam renang utama milik Federasi Dayung Iran yang berada dalam satu kompleks juga dilaporkan luluh lantak tak tersisa. Serangan brutal ini memantik kecaman keras dari dalam negeri Iran. Klub Persepolis dalam pernyataan resminya mengutuk keras tindakan tersebut, menegaskan bahwa menyerang fasilitas olahraga adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan, karena olahraga seharusnya menjadi simbol perdamaian dan persatuan, bukan sasaran perang.
Tak berhenti di kompleks Azadi, agresi militer AS-Israel juga dilaporkan menargetkan kompleks olahraga lain bernama Besat yang berlokasi di selatan Teheran. Secara total, setidaknya tujuh rudal diluncurkan oleh jet tempur dalam serangan gelombang terbaru ini.
Situasi ini kontras dengan serangan balasan yang dilakukan Iran selama sepekan terakhir. Negeri para Mullah tersebut juga melancarkan bombardir ke wilayah lawan, namun sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa sasaran utama Iran selama ini difokuskan pada markas-markas militer AS-Israel, bukan infrastruktur sipil.
Perang terbuka antara Iran melawan AS-Israel kini telah memasuki minggu pertama. Konflik ini pertama kali dipicu oleh serangan mendadak AS-Israel yang menargetkan pemimpin tertinggi Iran, termasuk Ayatullah Ali Khamenei. Sejak saat itu, situasi berubah drastis. Iran yang sebelumnya dikenal menahan diri dan tidak melakukan tindakan militer selama masa diplomasi, kini terpaksa melancarkan serangan balasan.
Dengan semakin meluasnya target serangan hingga ke fasilitas sipil dan olahraga, kekhawatiran akan meluasnya perang ke wilayah lain semakin besar. Dampaknya sudah terasa langsung di sektor olahraga Iran. Seluruh kegiatan dan kompetisi olahraga, termasuk liga sepak bola profesional, resmi dihentikan sementara tanpa ada kejelasan kapan akan dimulai kembali. Ratusan atlet dan pecinta olahraga di Iran kini hanya bisa pasrah, menanti kapan gema sorak penonton akan kembali menggema di stadion-stadion yang kini tinggal puing.