NASIONAL
Peristiwa
Buka Puasa di Istana, Prabowo Curhat Soal Perang ke Mamah Dedeh dan Para Ulama
Tim Redaksi
06 Mar 2026 02:13
3,180 kali
Gambar Ilustrasi
"Beliau menerangkan tentang luar negeri, kondisi luar negeri, tentang negara kita, tentang bagaimana sekarang peperangan yang terjadi, itu yang disampaikan," kata Mamah Dedeh saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam.
FolksInsight.com - Suasana kebersamaan mewarnai acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Presiden Prabowo Subianto di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam. Namun, di balik kehangatan berbuka puasa, Presiden Prabowo ternyata menyampaikan paparan serius mengenai kondisi geopolitik dunia dan situasi perang terkini kepada para ulama yang hadir.
Pendakwah kondang, Mamah Dedeh, yang turut hadir sebagai salah satu undangan, mengungkapkan hal tersebut usai acara. Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo tidak hanya berdialog ringan, tetapi juga memberikan penjelasan mendalam tentang situasi global yang sedang memanas.
"Beliau menerangkan tentang luar negeri, kondisi luar negeri, tentang negara kita, tentang bagaimana sekarang peperangan yang terjadi, itu yang disampaikan," kata Mamah Dedeh saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam.
Acara yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan tokoh agama, pimpinan organisasi masyarakat, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat saat para tamu berbuka puasa bersama terlebih dahulu sebelum kemudian mendengarkan arahan dari Kepala Negara.
Mamah Dedeh mengaku harus meninggalkan acara lebih awal karena ada kewajiban syuting di salah satu stasiun televisi swasta. Saat pamit, Presiden Prabowo masih terus bercerita tentang situasi terkini di luar negeri dan eskalasi konflik yang terjadi.
"Jadi, Mamah pamit duluan. Kebetulan (beliau) masih bercerita tentang kondisi sekarang di luar negeri dan ada peperangan tadi. Abis ini kata dia menyampaikan tentang krisis bangsa," ujarnya.
Meski hanya mengikuti setengah dari keseluruhan acara, Mamah Dedeh mengaku terkesan dengan perhatian Presiden terhadap situasi global dan bagaimana beliau berbagi informasi tersebut dengan para tokoh agama. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Presiden ingin para ulama memahami betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi bangsa di tengah ketidakpastian dunia.
Para tokoh agama yang hadir dalam acara tersebut antara lain Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya dukungan umat Islam terhadap pemerintahan Prabowo.
Sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih juga turut mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Pertemuan yang penuh kehangatan ini berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Acara buka puasa bersama di Istana ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan para tokoh agama. Di tengah situasi global yang tidak menentu, komunikasi yang baik antara pemimpin bangsa dan ulama menjadi sangat krusial untuk menjaga stabilitas dan ketenangan di dalam negeri.
Dengan adanya dialog terbuka seperti ini, para ulama diharapkan dapat ikut serta menenangkan masyarakat dan memberikan pemahaman yang tepat mengenai situasi terkini, sehingga Indonesia tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk meskipun dunia sedang dilanda ketegangan.