BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Sedikit berawan | 7°C

Suami Tewas Bersimbah Darah di Rumah, Istri Muda Langsung Menyerahkan Diri ke Polisi

 Suami Tewas Bersimbah Darah di Rumah, Istri Muda Langsung Menyerahkan Diri ke Polisi
Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang, Ipda Sandro Tree Bahara, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kronologi kasus ini mulai terungkap setelah sang istri menyerahkan diri. "Awalnya ada seorang perempuan yang mengaku sebagai istri korban datang menyerahkan diri ke Polresta Tangerang. Setelah itu kami melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara," ujar Sandro.
FolksInsight.com - Sebuah peristiwa tragis mengguncang kawasan Kavling Pinang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Seorang pria paruh baya bernama Joni (51) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya pada Jumat, 6 Maret 2026. Yang mengejutkan, kasus ini terungkap setelah istri korban, Elsa Marlina (25), mendatangi Polresta Tangerang dan menyerahkan diri.

Sekretaris RT setempat, Purwanto, menuturkan bahwa korban pertama kali ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumahnya. "Waktu saya datang ke situ bersama polisi, korban itu posisinya tidur tengkurap, pakai celana panjang tanpa baju dan ada beberapa luka sayatan," kata Purwanto kepada awak media, Jumat.
Ads

Kejadian ini sontak menggegerkan warga sekitar. Apalagi setelah diketahui bahwa pelaku dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Joni adalah istrinya sendiri. Elsa Marlina, yang usianya terpaut jauh dengan korban, mengambil langkah berani dengan mendatangi kantor polisi dan mengakui perbuatannya.

Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang, Ipda Sandro Tree Bahara, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kronologi kasus ini mulai terungkap setelah sang istri menyerahkan diri. "Awalnya ada seorang perempuan yang mengaku sebagai istri korban datang menyerahkan diri ke Polresta Tangerang. Setelah itu kami melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara," ujar Sandro.

Setelah menerima laporan, tim kepolisian segera bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penyelidikan awal di lokasi, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sebilah golok yang diduga kuat digunakan oleh pelaku dalam peristiwa berdarah tersebut.

Jenazah korban sendiri telah dievakuasi oleh tim Inafis ke RSUD Balaraja untuk menjalani proses autopsi lebih lanjut. Autopsi ini diperlukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian serta detail luka yang dialami korban.
Ads

Meski pelaku telah menyerahkan diri dan mengaku melakukan penganiayaan, polisi masih melakukan pendalaman intensif terhadap kasus ini. Hingga saat ini, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tangerang masih memeriksa Elsa Marlina secara intensif.

"Karena saat ini masih melakukan pendalaman dan proses penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim," jelas Ipda Sandro.
Ads

Polisi juga masih terus mendalami motif di balik kejadian tragis dalam rumah tangga tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai apa yang memicu pertengkaran hingga berujung pada hilangnya nyawa sang suami. Dengan barang bukti yang ada dan pengakuan dari pelaku, penyidik berupaya merangkai kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Warga sekitar pun masih digemparkan dengan kejadian ini, mengingat rumah tangga korban selama ini tidak pernah menunjukkan tanda-tanda masalah yang mengarah pada kekerasan fatal. Kasus ini menjadi peringatan akan pentingnya komunikasi dan pengelolaan konflik dalam rumah tangga agar tidak berujung petaka.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!