FolksInsight.com - Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) menemukan peningkatan impor baja lapis seng atau galvanized (BJLS) asal China yang berdampak pada industri dalam negeri. Temuan ini menjadi sorotan di tengah tekanan yang dihadapi produsen baja nasional akibat derasnya produk impor.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 2 juta ton baja lapis seng dari China masuk ke Indonesia. Lonjakan impor tersebut dinilai memberikan tekanan signifikan terhadap industri baja dalam negeri, terutama bagi produsen lokal yang harus bersaing dengan harga produk impor yang lebih murah.
Produsen baja nasional pun menyerukan perlindungan dari pemerintah. Mereka menghadapi tekanan dari gempuran produk baja impor, termasuk potensi impor ilegal dari China. Situasi ini memaksa pelaku industri dalam negeri untuk mencari dukungan kebijakan agar mampu bertahan di pasar domestik.
Temuan KADI ini menegaskan bahwa persoalan impor baja masih menjadi tantangan besar bagi sektor industri manufaktur nasional. Pemerintah diharapkan mengambil langkah konkret untuk melindungi industri dalam negeri dari praktik perdagangan yang merugikan, sekaligus menjaga keberlangsungan produksi baja lokal.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia

