FolksInsight.com - Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membuka sekitar 900 hingga hampir 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pekan ini. Kepala BGN menyatakan bahwa pembukaan tersebut akan diprioritaskan di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar, terutama di kawasan Sumatera, Kalimantan, dan Bali.
Rencana ini merupakan bagian dari perluasan program MBG yang menyasar daerah dengan tingkat stunting tinggi. Sebelumnya, BGN juga menargetkan pembukaan 480 dapur pada Oktober 2026, dengan 269 di antaranya berada di 16 provinsi di Indonesia bagian timur, seperti Gorontalo, Maluku, dan sejumlah provinsi di Papua. Langkah ini diambil untuk memastikan pemerataan akses gizi bagi masyarakat di wilayah yang selama ini kurang terjangkau layanan.
Meski demikian, program MBG menghadapi tantangan anggaran. Pemerintah telah memangkas anggaran MBG tahun ini menjadi Rp229 triliun dari sebelumnya Rp335 triliun. Untuk tahun 2027, anggaran program ditetapkan sebesar Rp240 triliun. Meskipun ada efisiensi, BGN menegaskan bahwa penerima manfaat di wilayah terpencil tetap menjadi prioritas utama.
Pembukaan dapur-dapur baru ini diharapkan dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil. Namun, efektivitas program akan sangat bergantung pada pelaksanaan di lapangan serta kesiapan infrastruktur pendukung.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia

