FolksInsight.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sejumlah persoalan dalam hubungan antara mitra pembangunan dan yayasan yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Temuan ini mencuat setelah investigasi terhadap beberapa mitra di Lampung memperlihatkan adanya yayasan yang bekerja tidak sesuai tugas, pokok, dan fungsi. Yayasan tersebut diduga gencar menekan mitra agar menyerahkan sejumlah uang yang besarnya ditentukan secara sepihak.
Laporan BGN menyoroti pula lemahnya pembinaan dan pendampingan terhadap mitra selama ini. Yayasan yang seharusnya mendampingi operasional dapur justru diduga menelantarkan kewajiban tersebut. Akibatnya, data administrasi dapur yang menjadi prasyarat pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak terpenuhi. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa hubungan antara yayasan dan mitra lebih diwarnai praktik pemerasan ketimbang pembinaan yang semestinya.
Dari sisi ekonomi, nilai kerugian yang dialami para korban diduga mencapai miliaran rupiah. Angka ini menunjukkan bahwa praktik pungutan liar tersebut tidak hanya menghambat operasional dapur MBG, tetapi juga menggerus potensi ekonomi mitra yang seharusnya menjadi tulang punggung program pemenuhan gizi. BGN pun tengah melakukan bersih-bersih di tingkat nasional untuk membenahi tata kelola kemitraan agar tidak terus merugikan pelaku usaha kecil yang terlibat.
Temuan ini menjadi peringatan serius bagi pengelolaan program MBG ke depan. Tanpa perbaikan tata kelola dan pengawasan ketat, dapur-dapur mitra berisiko terus menjadi sasaran pungutan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. BGN diharapkan menindaklanjuti laporan tersebut secara menyeluruh demi menjaga keberlanjutan program dan melindungi pelaku ekonomi di daerah.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia
