FolksInsight.com - UMKM kembali terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah per 31 Desember 2025, jumlah UMKM non-pertanian di Indonesia mencapai 30,21 juta unit. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat sebesar 61,9 persen, menjadikannya penyumbang terbesar dalam pembentukan output nasional. Sementara itu, kontribusi terhadap ekspor nasional mencapai sekitar 15,7 persen. Sektor perdagangan, kuliner, dan industri pengolahan masih mendominasi struktur UMKM nasional.
Pemerintah terus mendorong UMKM agar naik kelas dan berdaya saing global. Salah satu buktinya adalah gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 yang diselenggarakan pada 7–10 Agustus 2025 di bawah koordinasi Bank Indonesia. Acara ini berhasil mencatatkan business matching ekspor dengan nilai transaksi mencapai Rp168,3 miliar. Sebanyak 26 pembeli internasional hadir dan mempertemukan UMKM binaan BI serta kementerian dan lembaga terkait. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa produk lokal Indonesia mampu menembus pasar global.
Di sisi digitalisasi, pemerintah memperkuat program UMKM Go Digital dan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Digital dengan bunga rendah. Lebih dari 24 juta unit UMKM telah bergabung dalam ekosistem digital, baik melalui marketplace, media sosial, maupun layanan keuangan digital. Percepatan penyaluran KUR sepanjang 2025 juga diperkirakan mampu mendorong penyerapan sekitar 20 juta tenaga kerja. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM tetap menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global.
Dengan kontribusi yang terus menguat, UMKM diharapkan semakin berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing produk lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ke depan, sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha diperlukan agar UMKM Indonesia semakin tangguh dan berkelanjutan.
Sumber: Kontributor FolksInsight


